digtara.com - Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Semarang menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Rapat Koordinasi (Rakoor) Nadhir Wakaf Kecamatan se-Kota Semarang Angkatan ke-3 di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, baru-baru ini.
Acara ini diikuti para nadhir dari berbagai kecamatan untuk memperkuat peran kelembagaan wakaf serta mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan wakaf secara profesional.Ketua BWI Kota Semarang Semarang, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan dua pesan utama bagi seluruh nadhir. Pertama, nadhir harus berperan aktif sebagai penjaga amanah wakaf dengan memastikan seluruh aset wakaf terlindungi dan termanfaatkan sesuai tujuan syariahnya. Kedua, nadhir didorong untuk gencar mensosialisasikan Wakaf Uang sebagai instrumen wakaf modern yang mudah, murah, dan memiliki dampak sosial ekonomi yang luas.
Kabag Kesra Pemerintah Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan mengajak kepada seluruh peserta untuk melaksanakan wakaf dengan seribu kali seribu kali seribu.
Sementara itu, tokoh akademisi dan ulama, Rektor Unwahas, Prof. Dr. Helmi Purwanto, ST. MT.menekankan bahwa wakaf memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pengembangan pendidikan tinggi. Ia mencontohkan bahwa di berbagai negara, universitas besar dunia mampu maju karena dikuatkan oleh endowment fund berbasis wakaf.
Baca Juga: Kota Semarang Juara Umum MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 di Tegal "Oleh karena itu, saya mengajak para nadhir untuk menjadikan wakaf sebagai fondasi penting dalam memajukan perguruan tinggi di Indonesia," ajaknya.
Helmi menuturkan, keterlibatan Unwahas sebagai tuan rumah semakin mempertegas sinergi antara lembaga wakaf, pemerintah, dan perguruan tinggi. Kampus dipandang sebagai mitra strategis dalam edukasi, riset, dan inovasi tata kelola wakaf, sehingga gerakan wakaf di Kota Semarang dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para nadhir semakin percaya diri, profesional, dan visioner dalam mengelola wakaf. Sinergi seluruh pihak di tingkat kota juga diyakini akan memperkuat ekosistem wakaf produktif dan menjadikan wakaf sebagai pilar pembangunan kesejahteraan umat, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi di masa mendatang," harapnya.
Selain Kabag Kesra Kota Semarang, kegiatan dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, Muhtasit, pimpinan Yayasan Pendidikan Iskam Wahid Hasyim Semarang, Prof. Dr. KH. Mudzakir, M.A, Ketua PCNU Semarang, PD Muhammadiyah, serta para Ketua KUA disekitar Kota Semarang.(San).