digtara.com - Perikanan budidaya perlu menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan di Jawa Tengah di tengah ancaman krisis pangan global. Potensi yang bagus itu, tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah.Sarif menegaskan, pengembangan perikanan budidaya merupakan solusi strategis untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat di masa depan.
"Selain mudah dikembangkan di berbagai daerah, ikan juga memiliki nilai gizi tinggi yang sangat dibutuhkan masyarakat," ungkap Sarif, Selasa (27/01/2026).
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah menyatakan, ikan kaya akan protein yang berperan penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
"Kandungan omega-3-nya juga sangat baik untuk kesehatan jantung, otak, dan sistem saraf. Mengonsumsi ikan secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Baca Juga: 886 Desa Wisata di Jateng, Sarif Kakung Dorong Adanya Pemetaan Produk dan Menu Desa Wisata Kakung menegaskan, swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian.
"Namun, sektor perikanan juga dibutuhkan dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat," katanya.
Luas budidaya ikan di Jateng mencapai 40.871 hektare, sementara jumlah pembudidaya ikan sebanyak 204.516 orang dengan produksi utamanya adalah lele, nila, dan bandeng.
Ia membeber, di 2023 lalu perikanan budidaya di Jawa Tengah merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia atau peringkat ketiga dengan potensi besar di sektor air tawar (waduk/sungai) dan payau (tambak).
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Kader IPNU-IPPNU Jaga Nilai Persatuan dan Kebangsaan Komoditas utama meliputi udang vaname, bandeng, nila, lele, gurame, patin, dan rumput laut. Sentra produksinya tersebar di antaranya di Magelang, Pati, Jepara, dan pesisir utara.
Meski demikian, kata Kakung, berbagai strategi perlu terus dilakukan untuk menggenjot kualitas dan kuantitas produksi perikanan budidaya.
"Mulai dari menjaga kualitas dan kuantitas benih, kepadatan tebar benih yang sesuai SNI untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan," terang legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Dalam konteks kebijakan nasional,
Kakung juga mendorong sinergi lintas sektor agar konsumsi ikan semakin meningkat. Misalnya, pemerintah provinsi, serta pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Bagaimana menu ikan harus masuk dalam Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga ditetapkan sebagai bagian dari bahan pokok pangan nasional," katanya.
Kakung menilai, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan konsumsi ikan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Praktek Oplosan Marak, Sarif Kakung Minta Pemda Meningkatkan Pengawasan Gas Melon "Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan kesehatan ibu hamil, menurunkan angka stunting dan gizi buruk, serta melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif," tandasnya. (San).