digtara.com - Kota Madinah menjadi salah satu kota paling istimewa dalam sejarah Islam karena menjadi tempat hijrah Rasulullah SAW sekaligus pusat lahirnya masyarakat Islam pertama setelah beliau meninggalkan Makkah.Hal itu disampaikan dalam materi edukatif "Jamaah Bertanya, MHG Menjawab" di Madinah, Rabu (10/06/2026).
Dalam penjelasan tersebut, Presiden Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) dan Pendiri Gaido Group, M. Hasan Gaido alias MHG menyampaikan bahwa Madinah bukan sekadar kota tujuan ziarah, tetapi juga pusat sejarah perjuangan, dakwah, persaudaraan, dan peradaban Islam.
Sebelum kedatangan Rasulullah SAW, Madinah dikenal dengan nama Yatsrib. Setelah Rasulullah SAW hijrah, kota tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Madinah Al-Munawwarah, yang berarti kota yang bercahaya karena diterangi cahaya iman dan dakwah Rasulullah SAW.
Selain itu, Madinah juga memiliki nama lain yang disebutkan dalam sejumlah riwayat, yakni Thabah dan Thaibah. Kedua nama tersebut bermakna kota yang baik dan penuh kebaikan. Madinah kemudian dikenal sebagai kota hijrah Rasulullah SAW, tempat berdirinya Masjid Nabawi, pusat pemerintahan Islam pertama, tempat turunnya banyak wahyu Al-Qur'an, serta tempat dimakamkannya Rasulullah SAW.
Dalam materi tersebut juga dijelaskan perbedaan ketentuan antara Kota Suci Makkah dan Madinah terkait akses bagi non-Muslim. Makkah memiliki ketentuan lebih ketat karena di dalamnya terdapat Masjidil Haram dan Ka'bah sebagai kiblat umat Islam. Seluruh wilayah tanah haram Makkah tidak diperbolehkan dimasuki oleh non-Muslim.
Sementara itu, Madinah memiliki aturan yang berbeda. Kawasan tanah haram Madinah, terutama area suci sekitar Masjid Nabawi, memiliki batas kehormatan khusus dan akses menuju pusat Masjid Nabawi saat ini diperuntukkan bagi umat Islam. Namun, secara umum sebagian wilayah luar Kota Madinah modern dapat dikunjungi oleh non-Muslim sesuai aturan Pemerintah Arab Saudi.
Baca Juga: 135.367 Jemaah Bayar Dam Lewat Adahi, Kemenhaj Dapat Penghargaan dari Yayasan Waqaf Al-Musha
Dalam penjelasan tersebut, MHG juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 28 tentang larangan orang musyrik mendekati Masjidil Haram setelah tahun tertentu. Ayat tersebut menjadi salah satu dasar penting mengenai kehormatan kawasan Masjidil Haram di Makkah.
MHG turut memaparkan sejumlah tempat utama di Madinah yang memiliki nilai sejarah dan keutamaan bagi umat Islam. Salah satunya adalah Masjid Nabawi, masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW setelah hijrah.
Salat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, yakni lebih baik daripada seribu salat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.
Di kawasan Masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah SAW, makam Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, makam Umar bin Khattab RA, serta Raudhah yang dikenal sebagai taman dari taman-taman surga. Karena itu, Masjid Nabawi menjadi salah satu tujuan utama jemaah saat berada di Madinah.
Selain Masjid Nabawi, jemaah juga perlu mengenal Masjid Quba, yakni masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa siapa saja yang bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba dan salat di dalamnya, maka baginya pahala seperti umrah.
Tempat penting lainnya adalah Jabal Uhud, lokasi terjadinya Perang Uhud yang memberikan banyak pelajaran tentang ketaatan, kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan para sahabat. Di kawasan tersebut terdapat makam para syuhada Uhud, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib RA.
MHG juga menyebut Masjid Qiblatain sebagai salah satu tempat bersejarah di Madinah. Masjid ini dikenal sebagai lokasi turunnya perintah perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah di Makkah.
Selain itu, terdapat Pemakaman Baqi' yang menjadi tempat dimakamkannya banyak keluarga Rasulullah SAW dan para sahabat. Kawasan Khandaq atau Masjid Tujuh juga menjadi bagian penting dalam sejarah Madinah karena berkaitan dengan Perang Khandaq, saat Rasulullah SAW dan para sahabat mempertahankan Madinah.
Melalui penjelasan tersebut, MHG menegaskan bahwa Madinah bukan hanya sebuah kota, melainkan pusat lahirnya peradaban Islam. Dari Madinah, umat Islam dapat belajar tentang tauhid, perjuangan, persaudaraan, kepemimpinan, dan akhlak Rasulullah SAW.
MHG berharap kunjungan jemaah ke Madinah dapat meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta menjadi bagian dari ikhtiar meraih haji yang mabrur dan terkoneksi dengan kebaikan. (San).
Baca Juga: Kerugian Capai Milyaran, Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Nakal