Ketua Musyrif Diny 2026: Dorong Peningkatan Layanan Tarwiyah dan Perketat Istitaah Haji

Haji 2026
Ahsan Fauzi - Selasa, 16 Juni 2026 21:57 WIB
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Ketua Musyrif Diny Haji Indonesia 2026, KH Cholil Nafis (ketiga dari kanan) di Bandara Internasional sebelum terbang ke tanah air

digtara.com - Ketua Musyrif Diny Haji Indonesia 2026, KH Cholil Nafis, mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dinilainya berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada jemaah.Hal itu disampaikan KH Cholil Nafis di Jeddah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu, saat melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menurutnya, berbagai perbaikan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi dan penyelenggara haji telah memberikan dampak positif terhadap kenyamanan jemaah. Salah satu hal yang diapresiasi adalah tetap difasilitasinya pelaksanaan Arbain di Madinah bagi jemaah haji Indonesia.

"Arbain merupakan salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Karena itu, kebijakan yang tetap memberikan ruang bagi jemaah untuk melaksanakannya patut diapresiasi," ujarnya.

Meski demikian, KH Cholil Nafis berharap pada musim haji mendatang pemerintah Arab Saudi dapat memberikan fasilitas bagi pelaksanaan Tarwiyah, yakni ibadah sunnah yang dilakukan dengan bermalam di Mina pada 8 Zulhijah sebelum wukuf di Arafah.

Menurutnya, Tarwiyah memiliki nilai spiritual yang penting dan selama ini menjadi harapan sebagian jemaah Indonesia untuk dapat dilaksanakan secara lebih terfasilitasi.

Selain itu, ia juga menyoroti pelaksanaan mabit di Muzdalifah yang tahun ini menerapkan skema murur. Menurutnya, pelaksanaan murur tetap dapat memenuhi ketentuan mabit berdasarkan pendapat fikih yang memberikan ruang terhadap kondisi dan kebutuhan jemaah.

Baca Juga: Pengawasan Ketat, Haji Khusus 2026 Bersih dari Visa Ilegal

Dalam praktiknya, kata dia, sebagian jemaah diberangkatkan lebih awal, sementara jemaah yang memiliki uzur diberangkatkan setelah tengah malam sesuai ketentuan yang berlaku.

KH Cholil Nafis juga menekankan pentingnya penerapan prinsip istita'ah atau kemampuan bagi calon jemaah haji, baik dari sisi kesehatan maupun kemampuan ekonomi.

Menurutnya, upaya menekan biaya haji melalui subsidi yang terlalu besar berpotensi berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima jemaah selama berada di Tanah Suci.

Ia mencontohkan fasilitas di Mina yang masih dapat ditingkatkan apabila tersedia dukungan anggaran yang lebih memadai. Dengan pembiayaan yang lebih baik, jemaah berpeluang mendapatkan tenda yang lebih nyaman dan lokasi yang lebih dekat dengan area lempar jumrah di Jamarat.

"Kalau kualitas layanan ingin terus meningkat, maka aspek istitaah perlu diperkuat. Dengan begitu, fasilitas yang diterima jemaah juga bisa lebih baik," katanya.

KH Cholil Nafis berharap evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, perbaikan dari tahun ke tahun diperlukan agar kualitas pelayanan, kenyamanan, dan kekhusyukan jemaah haji Indonesia semakin meningkat.

"Dengan evaluasi yang berkesinambungan, kita berharap penyelenggaraan haji Indonesia semakin baik dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah," tutupnya. (San).

Editor
: Ahsan Fauzi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Wamenhaj Dahnil Warning Travel Nakal, Akan Beri Sanksi Penutupan Izin hingga Pidana

Berita

Dukung Pengelolaan Haji Profesional, UIN Sunan Kudus Siap Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah ke-5 di Semarang

Berita

KBIHU Babussalam NU Temanggung Sukses Dampingi 580 Jemaah Haji 2026, Siap Sambut Pembinaan Haji 2027 Lebih Optimal

Berita

Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat

Berita

Haji Wafiq Guru Asal Demak Ajak Tenaga Pendidik Menabung Sejak Dini untuk Naik Haji

Berita

Ahsan Fauzi, Anggota MCH PPIH 2026: Tugasku Ibadahku