digtara.com – Hujan lebat dan angin kencang melanda Kota Kupang, NTT sejak Minggu (4/4/2021) tengah malam hingga Senin (5/4/2021) pagi. Kupang Mencekam: Listrik Padam
Puncak badai terjadi pada pukul 01.00 wita hingga pukul 06.00 wita.
Angin seolah-olah mengamuk disertai hujan yang sangat lebat.
Keadaan semakin memburuk karena jaringan listrik padam total sejak Minggu tengah malam, hingga Senin petang.
Suasana sangat mencekam dan gelap gulita.
Suasana makin mencekam karena bunyi seng dan atap rumah yang sangat keras. Seng dan material beterbangan ke berbagai tempat.
Baca: Sejumlah Rumah Warga Kota Kupang Rusak Diterjang Longsor dan Pohon Tumbang
Sejumlah atap rumah warga ambruk dan warga sulit tidur karena terkena air hujan yang masuk ke dalam rumah. Warga pun sibuk menyelamatkan dokumen dan perabotan rumah tangga serta barang elektronik.
Di sejumlah wilayah di Kota Kupang, pohon-pohon tumbang menimpa rumah dan badan jalan.
Beruntung tidak ada korban jiwa. Kondisi ini baru berangsur pulih pada Senin (5/4/2021) siang.
Saat pagi hari, banyak warga yang memungut seng rumah di jalan. Sampah pun berserakan di mana-mana.
Selain itu sekira pukul 08.00 wita saat sejumlah toko dibuka, warga menyerbu toko bahan bangunan.
Warga Serbu Toko Seng
Warga menyasar seng, paku dan peralatan bangunan. Warga juga harus antri di toko bangunan untuk membeli seng.
Beruntung harga seng masih dalam batas normal. Satu lembar seng dijual antara Rp 50.000 hingga Rp 52.000.
Baca: Badai Seroja Belum Usai, Suasana di NTT Mencekam, Listrik Padam Internet Putus
Sejumlah toko bangunan bahkan kewalahan memenuhi permintaan seng. Toko bangunan terpaksa tutup lebih awal karena stok seng habis.
Warga pun harus berkeliling kota Kupang mencari material bahan bangunan.
Sejak pagi hingga petang, warga disibukkan dengan aktivitas memperbaiki atap dan bangunan rumah serta kerja bakti membersihkan sampah dan sisa air hujan.
Hingga saat ini cuaca masih mendung dan berawan serta sesekali turun hujan intensitas sedang. Aliran listrik dan jaringan internet pun masih belum pulih hingga petang hari.
Hujan dan Angin Kencang, Kupang Mencekam: Internet dan Listrik Padam, Toko Seng Diserbu Warga