digtara.com – Lebih dari 1.000 personil TNI Polri kabarnya bakal disiagakan untuk mengamankan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan (Labusel) pada 24 April mendatang.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah siap untuk memberikan pengawalan selama pemungutan suara yang rencananya akan berlangsung di 16 TPS di Labusel dan 9 TPS di Labuhanbatu.
“Polri terus berkordinasi dengan pemerintah setempat, kemudian menyiapkan personil untuk pengamanan,” ujarnya saat di konfirmasi digtara.com.
Dikatakannya, pengamanan yang dilakukan oleh pihak Polri berupa penurunan sejumlah personil yang dimulai dari anggota Brimob, dan Sabhara guna mencegah tindak kekerasan yang tidak di inginkan.
“Pastinya dari Brimob, Sabhara, Rainmas yang sudah berkompeten akan diturunkan dalam memberikan pengamanan. Kita lihat eskalasinya masyarakat, tetapi pendekatannya tetap secara humanis,” katanya.
Terkait hal itu, Hadi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi tentang adanya isu yang tidak benar.
“Kita mengajak masyarakat untuk melakukan penyoblosan dengan bijak. Gunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing,” harapnya
Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan mengatakan, PSU di wilayah hukumnya mencakup 25 Tempat Pemungutan Suara (TPS). 9 TPS di Kabupaten Labuhanbatu dan 16 TPS di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumut
“Bahwa 1200 personel akan disiapkan dalam pelaksanaan pengamanan di 25 TPS di Labuhanbatu dan Labusel pada saat pelaksanaan PSU, baik yang ngepam maupun pemantauan keliling,” terangnya.
Dalam pelaksanan pengamanan PSU, ujarnya, pihaknya akan menempatkan 19 personel Polri terdiri dari 1 perwira dan 18 bintara. Selain itu, 2 personel Linmas, 8 personel TNI dan 100 personel Brimob yang akan melakukan patroli mobile di lokasi TPS.
Ia mengingatkan semua pihak agar tidak bermain-main untuk memicu kerusuhan pada Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Aparat akan menindak tegas.
“Akan saya proses dan RTP kami masih siap untuk menampung oknum yang main-main,” pesannya.