digtara.com – Beberapa bukti foto dan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) termasuk PPKM berskala mikro terbukti terjadi di kawasan Kesawan City Walk Medan. Namun Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution masih ngeles dan punya jurus untuk mempertahankan kebijakannya.
Dengan dalih peningkatan ekonomi, ia membuat berbagai pengecualian dan menyebut sudah mengerahkan semua pihak terkait untuk memantau lokasi tersebut.
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution membeberkan, kawasan itu telah dibuatnya khusus. Ia berdalih, pihaknya telah melakukan penerapan PPKM Mikro di 2001 lingkungan dari 21 kecamatan.
“Kenapa Kesawan jam (operasional) berbeda? Karena daerah Kesawan kami buat khusus. Kami buat perketat, aparat kami di sana banyak yang turun mulai dari kesehatan, Satpol PP, pariwisata, itu turun semua,” jelas Bobby, Rabu (21/4/2021).
Selain itu, Bobby mengatakan alasannya melewatkan jam operasional Kesawan City Walk karena para pedagang sudah divaksin covid-19. Ia meyakinkan, protokol kesehatan betul-betul diterapkan secara ketat di kawasan itu.
“Pedagang di sana divaksin, prokes diikuti. Ada 10 titik masuk jadi tidak terkonsentrasi satu. Ini yang kami lakukan kenapa nasional itu jam 21.00 WIB. Di Sumut diperpanjang sampai 22.00 WIB,” jelasnya.
Karena dasar itu, Bobby mengaku mengambil keputusan untuk menambah 1 jam lagi waktu untuk operasional Kesawan City Walk.
“Sama halnya juga yang dilakukan Pemko Medan saya memperpanjang lagi jamnya sedikit karena kontrol di Kesawan kami masifkan,” sebutnya.
Diakuinya, Sabtu malam pekan lalu, pihaknya menggelar pagelaran seni di kawasan Kesawan City Walk. Hal itu dilakukan karena melihat masyarakat Kota Medan sudah jenuh mungkin beberapa bulan tidak bisa ke mana-mana.
“Ramai, memang kami jadikan koreksi dan sudah kami sampaikan ke depan akan kami koreksi tidak akan diadakan lagi,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, Bobby menjelaskan saat ini pihaknya sudah menambah jarak antaran satu tenant dengan yang lainnya.
“Jadi setiap ruas jalan itu mungkin hampir 10 meter setiap jarak pelaku UMKM yang selama ini diamati tidak digunakan akan kami gunakan hari ini biar mengurai,” demikian Bobby.
*Ngeles : adalah plesetan dari kata alasan (kata gaul)