digtara.com – Identitas pria yang bakar diri di rel Kereta Api (KA) kawasan Kampung Tempel, Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada Kamis (6/5/2021), akhirnya terungkap. Ternyata ia membakar diri gegara depresi ditinggal istri.
Korban diketahui bernama Kaifan Siregar (32) warga Dusun V, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Berigin Kabupaten Serdang Bedagai.
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang kepada wartawan menjelaskan, dari hasil penyelidikan yang dipimpin Kasat Serse Polres Sergai Iptu Denny Indrawan Lubis akhirnya diketahui korban bernama Kaifan Siregar. Lalu petugas berkomunikasi dengan keluarganya sehingga diperoleh kesimpulan mengenai penyebab korban bakar diri.
“Setelah memeriksa saksi-saksi dari keluarga korban, sementara dapat disimpulkan bahwa korban mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya,” tegas AKBP Robin Simatupang, Jumat (7/5/2021).
Warga mengevakuasi korban pada Kamis (6/5/2021). (foto:ist/digtara
Polres melakukan pemeriksaan secara Intensif terhadap keluarga korban sejak Jumat (07/05/2021) dinihari. Dari keterangan pihak keluarga terutama ibunya, Asmi (51) diketahui korban sering marah-marah sambil merusak barang barang di rumah tanpa sebab.
4 hari sebelumnya korban juga pernah mengeluh sakit di bagian dada yang tak kunjung sembuh. Sebelum kejadian, korban sempat merusak foto keluarga dengan pisau dapur.
“Korban depresi semenjak cerai dengan istrinya,” tegas Kapolres.
Sehari-hari, korban membawa ibunya mengamen dengan naik becak motor. Dan pada hari kejadian Kamis (6/5/2021), korban pergi sendirian ke lokasi kejadian. Ia mengambil minyak bensin yang ada di becak motor tersebut lalu menyiramkan dan membakar tubuhnya.
“Korban meninggalkan ibunya dan pergi ke TKP. Ibu korban sempat mencari namun tidak ditemukan. Lalu ibunya mengetahui bahwa korban telah membakar diri dari info tetangga yang melihat postingan di Facebook. Dia langsung mengenali bahwa korban tersebut adalah anak kandungnya sendiri,” tambah kasat Serse.
Ibu korban dan pihak keluarga menolak dilakukan tindakan autopsi dan membuat pernyataan untuk tidak di lakukan autopsi. Dan korban masih dalam perawatan.