digtara.com – Wali Kota Medan Bobby Nasution sempat menyatakan Kota Medan berstatus oranye pada kegiatan launching vaksinasi kepada anak pada Rabu (7/8/2021). Namun Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebut Medan Zona Merah.
Menurut Edy, pemberlakuan PPKM di Kota Medan karena berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Pusat dan Kementrian Kesehatan RI, Medan masih masuk dalam kategori Zona Merah.
“Iya untuk Kota Medan dan Sibolga, PPKM mikro yang dilakukan bersifat kegiatan darurat karena melonjaknya Covid-19,” tutur Gubsu yang ditemui di Aula T Rizal, Jalan Jendral Sudirman Medan Kamis (8/7/2021).
Sementara untuk Kota Sibolga tingginya penyebaran virus Covid-19 karena Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat persentase penggunaan tempat tidur di Rumah Sakit hingga 80 persen.
“Di Sibolga hanya ada satu rumah sakit yang melakukan penanganan Covid-19. Di RS itu hanya ada 20 kamar. Kalau 20 kamar dipakai 80 persen berarti sudah mencapai 15 kamar yang terpakai sementara orang yang terpapar Covid melebih dari angka tersebut,” tuturnya.
Edy juga menyatakan bahwa berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Pusat, Sumatera Utara salah satu Provinsi yang penerapan protokol kesehatannya masih rendah.
“Hal itu terjadi karena masyarakat di Provinsi ini banyak yang kurang percaya terhadap virus covid 19,” jelasnya. (mag-02)
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe