digtara.com – Rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Selatan berbiaya Rp 3 Miliar di Perkantoran Pemkab Tapsel tampak terbengkalai tidak ditempati semenjak dibangun setahun lalu. Rumput dan semak belukar mulai tumbuh subur mengelilingi rumah tersebut.
Dari pantauan digtara.com, Selasa (30/11/2021), rumah dinas yang dibangun dari uang rakyat dengan tujuan mempermudah akses pejabat penting daerah di area perkantoran malah dibiarkan begitu saja. Sekda malah memilih tinggal di rumah pribadinya di Padangsidimpuan Selatan.
Berbanding terbalik dengan Wakil Bupati Tapsel, Rasyid Assaaf Dongoroan yang memilih untuk menempati rumah dinas yang letaknya tepat di sebelah rumah dinas sekda. Ia memilih menempati dan merawat rumah tersebut.
Selain rumah dinas senilai Rp 3 miliar, saat ini tampak tengah berlangsung pembangunan pos jaga sebelah kiri berbiaya Rp 300 juta bersamaan dengan pos jaga rumah dinas DPRD.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Tapanuli Selatan, Parulian Nasution menyebutkan rumah tersebut belum ditempatinga karena belum ada fasilitas penerangan dan air.
“Belum ada lampu dan air,” katanya singkat kepada digtara.com.
Terkait belum tersedianya penerangan dan fasilitas air bersih tersebut, Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Selatan, Mardan Eriansyah Siregar berharap agar Pemkab Tapsel segera menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kita berharap agar Pak Bupati menyegerakan perbaikan lampu dan airnya, karena jika dibiarkan berlama-lama biaya perawatan rumah itu akan semakin tinggi. Dan jika memang tak mau ditempati biar dialihkan saja kepada orang yang mau disitu daripada kosong,” kata Mardan Eriansyah Siregar.