digtara.com – Kolam renang Sitataring di Kecamatan Padangsidimpuan Utara yang dibangun pada tahun 2005 bernilai Rp3,8 Milliar hingga kini terbengkalai dan tampak makin rusak parah, Senin (13/12/2021).
Pantauan digtara.com di lokasi, terlihat kolam milik Pemko Padangsidimpuan sudah rusak parah serta atap bangunan sebagian sudah rusak serta sekeliling kolam tersebut dipagari agar tidak bisa di akses.
Ketua DPD JPKP Kota Padangsidimpuan, Mardan Eriansyah Siregar menilai pemko Padangsidimpuan belum memikirkan solusi akan masalah kolam rennag yang terbengkalai belasan tahun tersebut. Malah Pemko menginginkan 28 aset lainnya dari hasil pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan sehingga akan menambah beban perawatan ke depannya.
“Kita menilai Pemko belum ada rencana untuk memperbaiki kolam itu dan kita menilai pemko saat ini sudah menerima perawatan 28 asset dari Pemkab Tapsel, jelas ini akan menambah biaya perawatan. Sedangkan asset kolam dan Gor di Palopat dibiarkan mangkrak” Kata Mardan Eriansyah Siregar.
Untuk diketahui, biaya perawatan pemeliharaam rutin/berkala sarana dan prasarana olah raga tiap tahun ditampung pada APBD senilai Rp.58.854.034.
Sementara itu, Kadis Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Padangsidimpuan, Ali Hotman Hasibuan ketika dikonfirmasi terkait keberadaan dan biaya perawatan kolam renang tersebut tidak memberikan balasan.