Peneliti Lakukan Studi Soal Perempuan yang Rutin Berhubungan Seks, Ini Hasilnya

Arie - Selasa, 28 Desember 2021 14:15 WIB

digtara.com – Selama ini telah diketahui bahwa berhubungan seks punya banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan. Kini sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa ada kaitan anatara hubungan seks dan perkembangan otak perempuan. Perempuan Rutin Berhubungan Seks

Dilansir dari NY Post, peneliti telah mengidentifikasi wilayah otak yang terkait dengan sentuhan genital pada perempuan. Mereka menemukan bahwa itu berkembang lebih baik pada mereka yang sering beruap di antara seprai.

Studi yang merangsang, yang diterbitkan Senin di Journal of Neuroscience, meneliti hubungan antara sentuhan dan perkembangan otak pada 20 perempuan dewasa.

Baca: Pengalaman Pahit Selebgram Seksi Pergoki Warga Mengintip dan Merekam Aktivitasnya di Vila Bali

Sebagai bagian dari penelitian, para sukarelawan perempuan – antara usia 18 dan 45 tahun – dirangsang klitoris mereka sementara otak mereka dipindai menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI).

Untuk stimulasi, benda bulat kecil dioleskan di atas celana dalam setinggi klitoris, menurut AFP, yang pertama kali melaporkan penelitian cabul itu.

Alat tersebut digetarkan sebanyak delapan kali, masing-masing selama 10 detik, diselingi dengan 10 detik istirahat.

Para peneliti juga bertanya kepada para sukarelawan perempuan seberapa sering mereka berhubungan seks selama setahun terakhir.

Hasil pencitraan menegaskan bahwa wilayah korteks somatosensori otak diaktifkan pada setiap perempuan ketika perangkat bergetar.

Para peneliti kemudian mengukur ketebalan area otak itu – menemukan bahwa itu lebih kuat pada sukarelawan perempuan yang dilaporkan melakukan hubungan seks paling banyak.

“Kami menemukan hubungan antara frekuensi hubungan seksual dan ketebalan bidang genital yang dipetakan secara individual,” kata rekan penulis studi Dr. Christine Heim, seorang profesor psikologi medis di Charite University Hospital di Berlin.

Dengan kata lain: Semakin banyak seks, semakin besar wilayahnya.

Namun, penelitian ini tidak dapat mengkonfirmasi apakah memiliki korteks somatosensori yang lebih berkembang mendorong lebih banyak hubungan seksual, atau apakah lebih banyak hubungan seksual memperluas wilayah otak itu, seperti melatih otot.

Para peneliti percaya itu bisa menjadi yang terakhir.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerjasama digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.

Peneliti Lakukan Studi Soal Perempuan yang Rutin Berhubungan Seks, Ini Hasilnya

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Berita

Pria Lansia di Kabupaten TTU Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Pada Lima Anak

Berita

Tangani Kasus Kekerasan Seksual Secara Profesional, Polres TTU Segera Tetapkan Tersangka

Berita

Lima Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual, Sopir di Kabupaten TTU Belum Ditahan Polisi

Berita

Tiga Pemuda Termasuk Piche Kotta Bakal Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Siswi SMA

Berita

Pelaku Kekerasan Seksual Bergeser, Guru dan Aparat Polisi Ikut Terseret

Berita

92 Persen Korban Kekerasan Seksual di NTT adalah Anak