digtara.com – Banjir setinggi betis orang dewasa menggenangi jalur Timor Raya, tepatnya sepanjang kilometer delapan hingga kilometer sepuluh, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Kupang sejak Sabtu (26/2/2022) dini hari tadi, hingga sore ini membuat air dalam selokan meluap hingga menggenangi badan jalan.
Akibatnya, banyak kendaraan roda dua maupun empat yang mengalami mati mesin dan mogok.
“Saya ikut sini karena ini jalur utama. Setiap kali hujan pasti sepanjang jalur ini pasti banjir, tidak tau apa yang salah dengan selokan-selokan ini,” ujar Markus F (45), sopir angkot yang mobilnya mogok.
Menurut nya, jika hujan deras jalur itu akan selalu dipenuhi genangan air yang meluap dari selokan-selokan.
“Ini mungkin selokan sudah tertutup sampah-sampah jadi air meluap ke jalan,” ujarnya.
Selain jalur Timor Raya, genangan air akibat tidak berfungsi dengan baik selokan-selokan terjadi juga di ruas jalan Tarus di Kabupaten Kupang, depan rumah jabatan walikota di Kota Baru, depan Phoenix serta Gua Lourdes.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dampak Siklon Tropis Anika terhadap pola cuaca di wilayah NTT dari 27 Februari hingga 1 Maret 2022.
Dalam analisis Stasiun Meteorelogi Kupang menyebut terpantau adanya Siklon Tropis Anika di sebelah Barat Laut Australia. Informasi itu dikeluarkan BMKG pada, Sabtu (26/2/2022).
Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Agung Sudiono Abadi menyatakan, kondisi atmosfer saat ini cukup mendukung dalam peningkatan sistem antara lain aktifnya fenomena gelombang atmosfer, yaitu MJO (Madden Julian Oscilation), Gelombang ER (Equatorial Rosbby), dan didukung pula dengan kondisi kelembaban udara yang basah di setiap lapisan atmosfer serta suhu di sekitar sistem tersebut yang hangat.
Sementara berdasarkan data model prediksi BMKG menunjukkan pergerakan Siklon Tropis Anika bergerak menuju ke arah Selatan dan Tenggara, semakin menjauhi wilayah Indonesia.
“Namun begitu keberadaan sistem ini mempengaruhi pola cuaca di wilayah NTT yaitu, meningkatkan kecepatan angin dan hujan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi secara sporadis dan dapat disertai petir,” jelas Agung Sudiono Abadi.
Ia meminta masyarakat agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, di Nagekeo, Ende, Sikka, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya.
Selain itu patut diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada.
Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu.
Masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi dan menghindari daerah rentan bencana seperti lembah sungai, lereng yang rawan longsor, daerah bertopografi curam, atau bergunung dan tebing pada saat terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, yang terjadi dalam durasi yang panjang.