digtara.com – Seseorang ikut arisan dengan harapan agar uang bisa terkumpul untuk kebutuhan yang lebih besar. Namun naas bagi Kakek Nasib (80). Harapannya mendapat uang malah berbuah malang.
Kakek Nasib adalah satu dari 90-an warga di Dusun Balakka Sipunggur, Desa Batang Bahal, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua yang tertipu arisan bodong.
Dana yang sudah disetor lebih dari setengah tahun raib dilarikan pengelola Mak Rimbang atau Sudiyah (47 tahun) dan suaminya Leonard Sitinjak.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat, modus yang digunakan Mak Rimbang atua Sudiyah kepada warga yang menjadi nasabahnya di kampung Balkaka Sipunggur yakni dengan menjanjikan tabungan lebaran dengan bunga yang cukup bervariasi. Uanh satu berbunga Rp 50 ribu hingga Rp150 ribu.
Kakek Nasib shock mendengar kabar larinya pengelola arisan. Ia berjalan dengan nafas terangah-engah ke kediaman pengelola dan mendapati semua perabotan sudah kosong.
Kakek Nasib sendiri ternyata telah menabung kepada Mak Rimbang dengan angka simpanan sebesar Rp 10.300.000. Uang tersebut ia kumpulkan dari hasil maenderes getah setiap harinya.
Kini pupus sudah impian Kakek Nasib untuk menerima hasil tabungannya di jelang Lebaran Idul Fitri 1443 H ini.
Padahal uang hasil tabungan itu akan dipergunakan untuk biaya kebutuhan lebaran dan lainnya.
“Bantu kami pak, tabungan saya sudah ada 10 juta sama Emak Rimbang, dia kabur kami satu kampung dilarikan dia uangnya,” ungkap Kakek Nasib dengan raut wajah lesu memperlihatkan jumlah tabungannya.
Selain dirinya, puluhan warga juga sudah berdatangan guna melihat langsung ke kediaman Mak Rimbang yang sudah Kosong di Desa Batang Bahal.
Kadus Balakka Sipunggur Poniman menyebutkan, selain satu kampung tertipu juga banyak warga lain berdatangan.
“Hampir satu kampung ini kami tertipu Mak Rimbang, kerugian warga di sini banyaklah, satu milliar lebih. Warga lain lagi, ” ujar Poniman.
Sedangkan modus penipuan Arisan Lebaran Mak Rimbang ini, berbagai macam.
Diantaranya, Mak Rimbang meminjam uang dan emas warga untuk dijadikan modal usaha.