digtara.com – Pasangan suami istri kadang punya aktivitas pribadi yang unik, termasuk dalam hal privat yang menyangkut hubungan seksual, atau sekadar sebagai kebiasaan. Salah satunya seperti menjalani aktivitas mandi bareng, terutama di awal pernikahan.
Masalahnya, bagaimana jika salah satu pihak kemudian mulai merasa terganggu, tapi tidak sampai hati untuk menolak?
Hal itulah yang dialami seorang perempuan yang tak disebutkan namanya, seperti ditulis oleh Times of India dan ditayangkan ulang kanal lifestyle Suara.com baru-baru ini.
Di website India itu, lewat rubrik Ask The Expert, sang wanita menceritakan kebiasaan suami yang suka mengajak dirinya mandi bareng.
“Suami saya mencoba untuk mandi bersama saya setiap kali saya pergi ke kamar kecil,” ungkap wanita ini.
Awalnya, wanita ini mengaku tidak keberatan dan merasa hal itu memang menggairahkan. Namun, kini dia merasa sang suami sudah terlalu clingy dan membuat dirinya frustrasi.
Wanita ini mengaku telah mencoba memberitahu suaminya bahwa dirinya merasa tidak nyaman. Namun, dia malah berakhir tidak enak hati, karena sang suami jadi tampak sedih dan kecewa.
“Saya hampir tidak punya waktu sendiri, bahkan di kamar kecil! Tolong bantu saya,” kata wanita tersebut dalam kesaksiannya.
Curhatan wanita ini kemudian ditanggapi seorang pakar hubungan suami-istri, Aashmeen Munjaal. Dia mengatakan, dalam hubungan perkawinan, awalnya memang ada kecenderungan untuk selalu menghabiskan waktu bersama.
Namun seiring berjalannya waktu, pasangan akan menyadari bahwa mereka tetap membutuhkan ruang dan waktu untuk diri sendiri. Ini bukanlah sikap egois, melainkan bentuk dari upaya mencintai diri sendiri.
Pada akhirnya, komunikasi memegang peranan krusial dalam sebuah hubungan pernikahan. Jadi, tidak saja dalam kasus perempuan yang risih selalu diajak mandi bersama oleh suaminya ini, bagi semua pasangan, penting untuk membicarakan masalah yang ada secara baik-baik dengan pasangan. (suara.com)