digtara.com – Nasib malang menimpa Nauli Harahap (43), seorang petani di Desa Baruas, Kecamatan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan, digigit ular berbisa saat sedang membersihkan kebun cengkeh yang ia jaga, Selasa (14/02/2023).
Nauli Harahap menceritakan kepada awak media, dirinya digigit ular berbisa kepala merah (Bungarus Flaviceps) termasuk jenis ular dengan bisa mematikan didaerah kaki kiri saat membersihkan pohon cengkeh.
“Kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB. Saya sedang naik pohon cengkeh dan ketika turun tiba-tiba ular tudung api (kepala merah-red) mematok saya, karena kaget sayapun langsung terkejut dan menjauh sedaya mampu” Kata Nauli, seorang petani yang bekerja di kebun milik warga daerah Hurung Tolu, Desa Baruas.
Usai digigit ular, dirinya berusaha berjalan sekuat tenaga menuruni kebun yang berada diatas bukit berjarak 1,5 KM dari jalan raya tersebut untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Dan beruntung ada warga yang melihat lalu melarikannya kerumah sakit di Jalan SM. Raja dengan dibonceng sepeda motor.
“Saya berjalan mau kekampung untuk mendapatkan pertolongan. Kaki saya sudah dingin dan persendian tubuh juga kaku, termasuk yang saya rasakan langsung meriang” Kata Nauli.
Dirumah yang berukuran 2×3 Meter yang ia kontrak, Nauli mengungkapkan dirinya mempunyai kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) namun kata pihak rumah sakit tidak dicover sehingga keluarga terpaksa mencari pinjaman uang kepada warga Rp.1.448.500, dalam kondisi darurat.
“Saya sudah butuh pertolongan pertama, tapi kata petugas tidak dicover. Jadi apalah daya keluarga terpaksa mencari pinjaman dengan berhutang agar saya bisa ditolong” Ujarnya.
Saat ditanyai wartawan, Keluarga kurang mampu ini mengungkapkan dirinya tidak dirawat sesuai anjuran dirumah sakit dan langsung pulang.
“Kata mereka ngak usah dirawat dirumah sakit dan pulang saja. Sayapun takut dirawat disana karena biayanya bisa jutaan termasuk biaya ruangan. Jadi dirumah inilah bang” ucap Nauli.