digtara.com – Tim SAR dari BPBD dan Basarnas melakukan pencarian di Sungai Batang Angkola, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapsel usai menerima laporan dari Kades Mondang dengan adanya sosok mayat mengapung yang dilihat warga.
Sesuai laporan Kepala Desa Mondang, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mursal Nasution kepada pihak BPBD Kota Padangsidimpuan dan Basarnas.
Bahwa seorang warga setempat menyampaikan informasi adanya sosok mayat mengapung dan hanyut.
Kronologi penampakan mayat tersebut, dimana pada pukul 07.00 WIB seorang warga Desa Mondang, bernama Sulhan Siregar sedang menjala ikan di Sungai melihat sosok mayat hanyut.
Selanjutnya penjala ikan, Sulhan Siregar menghentikan kegiatannya dan melaporkan kepada Kepala Desa Mondang.
Serta Kades Mondang meneruskan ke Posko BPBD Kota Padangsidimpuan sekitar pukul 08.30 WIB.
“Kita terima laporan pada pukul 08.30 WIB dari kepala desa. Bahwa ada seorang penjala ikan yang melihat sosok mayat hanyut disungai Desa Mondang pada pukul 07.00 WIB,” Kata Kalaksa BPBD Padangsidimpuan, Dedy Iriansyah Siregar.
Atas laporan tersebut, seluruh Tim Basarnas dan BPBD langsung turun merespon dan melakukan pengecekan ke Sungai Batang Angkola yang berjarak 26 KM dari Padangsidimpuan.
“Kita lakukan pencarian sesuai keterangan warga yang melihat di Sungai Desa Mondang. Sejak pagi tim sisir darat dan perahu karet masih melakukan penyisiran bang” Katanya.
Hingga berita ini diturunkan Basarnas dan BPBD Masih lakukan penyisiran laporan tersebut.
Sebelumnya
Breaking News! Anak Hilang Saat Banjir di Sidimpuan
digtara.com – Luky anak berusia 6 Tahun Warga Jalan Mawar/Enda Mora Ujung dikabarkan hilang sejak pukul 16.45 WIB saat lokasi tersebut dilanda banjir, Minggu (30/04/2023).
Menurut keterangan warga, banjir yang terjadi karena curah hujan tinggi, Luky bersama pamannya yang dengan nama sapaan Ayah Refan Marga Simamora di Jalan Mawar, namun beberapa saat kemudian tidak kelihatan lagi.
“Saat itu setinggi bahu, sedangkan anak tersebut dipinggir jalan bersama pamannya. Beberapa saat kemudian sipaman sedang memoto” Kata Pardamaen Nasution (45) salah seorang warga yang ditemui saat melakukan pencarian hingga sore ini.
Dibawah guyuran hujan, Pardamean menjelaskan bahwa di lokasi tersebut persisnya dari paret jalan hingga perumahan warga yang berada lebih rendah dari badan jalan tergenang setinggi bahu.
“Paret ini meluap rata dengan jalan dan disana (rumah warga) sudah setinggi bahu dewasa. Saat banjir itulah anak itu tidak keliatan lagi” Katanya.
Pantauan digatara.com, paret dilokasi tersebut sedalam satu meter dan dan warga sedang bergotong royong melakukan pencarian.
Keterangan fhoto: Ilustrasi