BBTNGL: Dua Ekor Sapi Milik Warga di Langkat Diterkam Harimau

Redaksi - Kamis, 13 Juni 2019 02:21 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/sapi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | LANGKAT – Selama pada bulan Mei 2019 ada dua ekor sapi milik warga di Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diterkam Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Di mana satu diantara dua sapi tersebut sempat dipotong oleh pemiliknya sebelum mati dan menjadi bangkai.

Menanggapi hal tersebut, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Sudiro, mengatakan insiden pertama terjadi pada 22 Mei 2019 di Dusun Sri Gelugur Jawa. Sapi warga yang diterkam harimau ditemukan mati dengan perut robek dan satu kakinya hilang.

“Kemudian pada 30 Mei lalu di dusun sebelahnya, yakni Sei Gelugur Karo. Sapi tersebut setelah diterkam ditemukan warga masih dalam keadaan hidup sehingga kemudian dipotong,” kata Sudiro.

Sudiro menuturkan bahwa di lokasi kejadian yang berbatasan langsung dengan TNGL juga ditemukan jejak kaki harimau. Menurutnya, harimau masuk ke permukiman warga tidak semata-mata karena kurangnya tempat mencari makanan.

“Tidak bisa kita katakan demikian karena itu memang home range-nya. Masih daerah jelajahnya dan tak ada indikasi kekurangan pakan di dalam. kemungkinan karena perburuan,” tuturnya.

Selain itu Sudiro juga mengungkapkan bahwa di daerah tersebut tim patroli kerap menemukan banyak jerat (trap) yang dipasang oleh pemburu.

“Tim banyak menemukan jerat di dalam dan kemudian dimusnahkan langsung di lokasi. Kalau perambahan di daerah itu tidak ada,” ungkapnya.

Saat ini pihak dari Resort Tangkahan bersama dengan mitra patroli dari tim Wildlife Response Unit – Wildlife Conservation Society (WRU-WCS) berada di lapangan dan mensosialisasikan ke masyarakat agar lebih waspada dan tidak memasang jerat atau berburu. Pihaknya juga mengimbau agar ternak sapi warga dikandangkan daripada diliarkan.

“Kami mengimbau agar kandang ternak warga harus dibuat khusus, lebih tinggi atau dipasangi kawat berduri agar harimau tidak bisa masuk dan memakan ternak,” tambahnya.[ana]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Balai Besar TNGL Audiensi ke Plt Bupati Langkat, Bahas Ini

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur