digtara.com -Anggota
DPD RI utusan Jawa Tengah, Abdul Kholik menyoroti berbagai persoalan lingkungan di Jawa Tengah, khususnya terkait pengelolaan sampah.
Ia menilai Pramuka memiliki potensi besar menjadi mitra strategis dalam edukasi lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.
"Soal sampah dan lingkungan ini bisa kita kolaborasikan antara Pramuka dan DPD. Penanaman mangrove, penghijauan, dan kegiatan ormas bisa kita sinergikan," ujar Kholik saat menerima silaturahmi dan audiensi Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Semarang di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Jawa Tengah di Jalan Imam Bonjol No. 185 Semarang, Senin (6/10/2025).
Perwakilan pengurus Kwarcab Kota Semarang yang ikut audiensi diantaranya; Sekretaris Kwarcab Annur Iskandar, Wakil Ketua Bidang Binamuda Kak Erwan, pengurus Bidang Organisasi dan Hukum (ORHUM) Kak Citra Pratiwi, serta Sekretaris II Kak Ponco.
Ajakan senator Kholik soal pengolahan sampah disambut baik pihak Kwarcab Kota Semarang. Ponco menyampaikan kesiapan Pramuka untuk terlibat dalam program penghijauan.
Sementara Annur mengusulkan adanya koordinasi di wilayah pesisir seperti Pantai Tirang serta pengembangan bumi perkemahan Jatirejo sebagai pusat edukasi lingkungan.
Kak Citra menambahkan bahwa Kota Semarang siap menjadi pilot project pendidikan pemilahan sampah bagi anggota Pramuka.
Konsepnya, anak-anak Pramuka sejak usia Siaga dan Penggalang mendapat materi karakter tentang memilah sampah, sementara Penegak dan Pandega dibekali dengan pelatihan pengolahan sampah secara langsung.
"Pramuka bisa menjadi agen pemilah sampah. Bahkan bisa dibuat lomba video edukasi pemilahan sampah," usul Kholik.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk membentuk rumusan program bersama, termasuk penanaman cemara laut dan mangrove, pembinaan pengolahan sampah, serta penguatan karakter cinta lingkungan di kalangan Pramuka se-Kota Semarang. (San).