digtara.com - Kementerian Haji dan Umrah RI bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi membuka Program Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah. Program ini merupakan langkah peningkatan kualitas sumber daya pembimbing ibadah, sekaligus bagian dari agenda transformasi penyelenggaraan haji dan umrah.
Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari unsur pemerintah, Kanwil Kemenag, dan organisasi masyarakat. Berdasarkan data peserta, komposisi perempuan mencapai 60 persen, mencerminkan meningkatnya keterlibatan pembimbing perempuan dalam ekosistem perhajian.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan apresiasi kepada UIN Jakarta sebagai PTKIN pertama yang menyelenggarakan sertifikasi ini. Wamen menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan arahan Presiden untuk memastikan transformasi penyelenggaraan haji berjalan dengan melibatkan seluruh unsur bangsa secara kolaboratif.
Baca Juga: Kemenhaj Dorong UMKM Lokal Terlibat Dalam Pemenuhan Konsumsi Haji 2026 "Presiden berpesan bahwa transformasi haji harus menjaga semangat persatuan. Pemerintah ingin mengakumulasikan capaian dari para pendahulu, memperkuat keunggulan yang sudah ada, dan menciptakan keunggulan baru dalam pelayanan haji Indonesia," ujar Wamen saat acara sertifikasi pembimbing haji dan umrah di Kampus UIN Syarif Hidayatullah di Tangerang, Senin (17/11/2025).
Wamen juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah pembimbing perempuan, mengingat mayoritas jamaah haji Indonesia adalah perempuan dan masih terbatasnya jumlah pembimbing perempuan di lapangan.
"Data menunjukkan banyak kebutuhan jamaah perempuan yang belum sepenuhnya terlayani. Maka peningkatan kualitas dan jumlah pembimbing perempuan menjadi prioritas," lanjutnya.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyampaikan apresiasi kepada Kemenhaj RI atas kolaborasi strategis ini. Ia berharap program sertifikasi dapat berlangsung berkelanjutan sebagai instrumen peningkatan kompetensi pembimbing ibadah.
"Ini langkah penting untuk memastikan pembimbing haji dan umrah memiliki kompetensi standar dan memahami kebutuhan jamaah secara profesional. Kami siap mendukung agar program ini terus berlanjut dan melahirkan SDM yang berkualitas," ujarnya.
Selain penyelenggaraan sertifikasi, Kemenhaj RI juga mendorong agar UIN Jakarta membentuk pusat kajian haji sebagai upaya memperkuat riset, pengembangan kebijakan, dan literasi keilmuan penyelenggaraan haji dan umrah.
Baca Juga: Kemenhaj RI dan Kemenhaj Arab Saudi Teken MoU, Tanda Dimulainya Rangkaian Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026
Dalam sertifikasi ini, hadir Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, Plt. Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Rahardjo, Wakil Dekan I Fita Fatkhurrahmah, Wakil Dekan II Rubiyanah, serta Kasubdit Bina Jemaah Haji Khalilurrahman. (San).
Baca Juga: Kemenhaj Dorong UMKM Lokal Terlibat Dalam Pemenuhan Konsumsi Haji 2026
Baca Juga: Kemenhaj RI dan Kemenhaj Arab Saudi Teken MoU, Tanda Dimulainya Rangkaian Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026