digtara.com - Bantuan terhadap warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap terus mengalir hingga saat ini. Bantuan-bantuan tersebut datang dari berbagai pihak diantaranya dari instansi dan pejabat pemerintahan, dunia usaha, organisasi dan komunitas, hingga dari pihak terkait lainnya.
Bantuan yang diberikan tersebut berupa bahan makanan hingga makanan instan, peralatan dan kebutuhan konsumsi.
Selain itu, juga ada bantuan penompang penting lainnya, seperti selimut, pakaian, termasuk keperluan bayi dan lansia juga berdatangan.
Kali ini bantuan datang dari Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng Tietha Ernawati Suwarto untuk turut membantu meringankan beban warga terdampak longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap ini.
Legislator dari Dapil Jateng XI Cilacap Banyumas ini mengirimkan bantuan berupa beras, minyak, gula, pakaian, sarung, kasur lipat, popok bayi, pembalut wanita, dan pakaian. Dirinya mengirimkan bantuan itu karena bentuk kepedulian sebagai putra daerah di Majenang.
Baca Juga: Hadapi Puncak Musim Hujan, Anggota DPRD Jateng Abdul Aziz Minta Pemerintah Daerah Siaga Penuh "Bantuan kita kirim sejak hari Sabtu (15/11/2025)," ujar Mbak Tietha sapaan akrabnya, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, sebagai Puteri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji periode 2012-2022 sudah sangat paham kondisi Cilacap. Dirinya menyebut titik rawan bencana di Cilacap sangat banyak. "Tahun 2012 sejak ayah njabat, pakar Geodesi ITB menyebut ternyata titik rawan bencana banyak," ujarnya.
Menurut Anggota Komisi A DPRD Jateng ini, area rawan bencana ada beberapa titik misal Cilacap Timur berpotensi bencana tsunami.
Kemudian Cilacap Barat terdapat lempengan dan patahan sehingga sering terjadi gempa bumi.
"Nah untuk longsor Majenang di atasnya terdapat mata air yang bentuknya kubangan. Apalagi curah hujannya tinggi menyebabkan longsor," jelasnya.
Tietha menilai Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten sudah sangat responsif dalam menangani bencana di Majenang.
Baca Juga: Marak Kasus Penculikan Anak, Sumarwati Minta Negara Hadir Dirinya meminta agar pemerintah segera merelokasi warga dan membuatkan hunian sementara di daerah yang tidak terkena longsor.
"Kemarin pak Gubernur sudah menyiapkan di tempat lain seluas 3,5 hektar. Tapi realiasi kapan belum tahu dan saya mendorong untuk mempercepat pembangunan hunian," imbuhnya.
Dia iba terhadap pengungsi yang berada tempat pengungsian. Sebab akan timbul banyak kendala yang terjadi di pengungsian.
"Yang pasti kebutuhan papan yang harus disediakan. Paling tidak saya mendorong agar segera disediakan hunian," kata Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jateng ini.
Selain hunian ia juga mendorong agar korban bencana longsor segera dilakukan trauma healing. Terutama dilakukan untuk anak-anak.
"Jadi perlu dilakukan pendampingan trauma healing pasca bencana," pungkasnya. (San).
Baca Juga: Hadapi Puncak Musim Hujan, Anggota DPRD Jateng Abdul Aziz Minta Pemerintah Daerah Siaga Penuh