digtara.com - Anggota MPR/DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII dari Fraksi Partai Demokrat, Rinto Subekti, S.E., M.M., kembali menekankan pentingnya pemahaman ideologi bangsa bagi masyarakat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan kali ini mengangkat tema khusus: "Sejarah Perjuangan Pahlawan dalam Menciptakan Empat Pilar Kebangsaan untuk Menjaga Keutuhan Bangsa".
Meneladani Jejak Juang Pahlawan
Dalam orasinya di hadapan warga Sragen, Rinto Subekti menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukanlah sekadar slogan, melainkan hasil tetesan keringat dan darah para pejuang.
Baca Juga: Rinto Subekti Sosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Pembangunan Daerah "Empat Pilar ini adalah fondasi yang kokoh. Para pahlawan kita terdahulu tidak hanya berjuang dengan senjata, tapi juga dengan pemikiran besar untuk menyatukan perbedaan yang ada di Indonesia," ujar Rinto.
Dalam kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini ada poin-poin penting yang disampaikan Rinto, diantaranya;
Pertama, refleksi sejarah: mengingatkan kembali proses panjang para pendiri bangsa (founding fathers) dalam merumuskan dasar negara. Kedua, menjaga keutuhan: mengajak masyarakat Sragen untuk menangkal radikalisme dan perpecahan dengan mengamalkan nilai-nilai luhur kebangsaan.
Dan ketiga, peran Komisi XIII: sebagai pimpinan Komisi XIII yang membidangi isu reformasi regulasi dan HAM, Rinto menekankan bahwa kepastian hukum dan harmoni sosial berakar pada pemahaman Empat Pilar yang kuat.
Harapan untuk Masyarakat Sragen
Rinto berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat Kecamatan Sragen Kota dapat menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi. Menurutnya, tantangan zaman modern saat ini memerlukan "imun" berupa kecintaan terhadap tanah air agar tidak mudah terpecah belah oleh informasi hoaks atau isu SARA.
Baca Juga: Ekonomi Tangguh, Bangsa Utuh: Rinto Subekti Kuatkan Pilar Kebangsaan di Wonogiri "Kita punya tanggung jawab moral untuk meneruskan estafet perjuangan pahlawan dengan cara menjaga persatuan di lingkungan kita masing-masing," pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan warga setempat dengan antusiasme yang tinggi. (San).