digtara.com - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi di Kota Semarang semakin dimatangkan. Sebanyak 1.747 jemaah haji mengikuti kegiatan manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten/kota dan kecamatan yang digelar di Aula Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan bagi calon tamu Allah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Semarang, Mawardi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa manasik haji tahun ini dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur. Pada tingkat kota, manasik digelar beberapa kali pertemuan mulai 29 Maret 2026, sedangkan pada tingkat kecamatan dilaksanakan empat kali pertemuan di 10 titik yang berlangsung dari 28 Maret hingga awal April 2026.
Menurut Mawardi, tujuan utama manasik haji adalah memberikan pemahaman menyeluruh kepada jemaah terkait tata cara ibadah haji serta proses perjalanan yang akan dilalui selama di Tanah Suci. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membentuk kesiapan fisik, mental, dan spiritual jemaah, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kondisi faktual selama perjalanan ibadah.
"Kami ingin memastikan seluruh jemaah memahami setiap tahapan ibadah haji, sekaligus siap secara fisik dan mental. Tema ramah lansia, disabilitas, dan perempuan menjadi fokus penting agar semua jemaah mendapatkan pelayanan yang lebih inklusif," ujarnya.
Baca Juga: Persiapan Operasional Haji 2026 Capai 100%, Menhaj Tegaskan Jadwal Tetap On Track Profil Jemaah Haji Kota Semarang 2026
Dari total 1.747 jemaah, sebanyak 1.668 orang merupakan warga asli Kota Semarang. Jumlah ini menempatkan Kota Semarang sebagai salah satu daerah dengan jumlah jemaah haji terbesar di wilayahnya, dengan selisih sekitar 17 orang dibanding Kabupaten Kebumen.
Berdasarkan data yang disampaikan, jemaah perempuan masih mendominasi. Tercatat 766 jemaah laki-laki, sementara sisanya adalah jemaah perempuan.
Dari sisi usia, jemaah yang berangkat sangat beragam.
Kelompok usia 13–20 tahun tercatat sekitar 10 jemaah.
Jemaah lanjut usia juga cukup banyak, termasuk 26 jemaah berusia di atas 81 tahun.
Baca Juga: Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar di Dekat Madinah, 24 Penumpang Selamat Jemaah termuda tahun ini adalah Sakura Nadifah Larasati, berusia 15 tahun 10 bulan, yang tergabung dalam kloter 24. Sementara jemaah tertua adalah Kun Mariyati Harjomartoyo, warga Banyumanik, yang berusia 86 tahun 7 bulan.
Salah satu kecamatan dengan jumlah jemaah terbesar adalah Pedurungan dengan sekitar 300 jemaah yang akan berangkat pada musim haji tahun ini.
Penguatan Layanan Jemaah
Melalui manasik haji terintegrasi ini, pemerintah berharap seluruh jemaah Kota Semarang dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih tertib, aman, dan khusyuk. Selain pembekalan ibadah, kegiatan ini juga mencakup informasi kesehatan, manajemen perjalanan, hingga simulasi pelaksanaan haji di Tanah Suci.
Dengan jumlah jemaah yang besar dan profil yang beragam, pelaksanaan manasik ini diharapkan menjadi fondasi penting untuk memastikan penyelenggaraan haji 2026 berjalan lancar serta memberikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman bagi seluruh jemaah. (San).
Baca Juga: Persiapan Haji Sudah 99 Persen, Calon Jemaah Tidak Boleh Cemas di Tengah Konflik AS-Israel VS Iran