Penceramah Manasik Umrah Dewangga: Persiapan Fisik dan Mental Penting Sebelum ke Tanah Suci

Umrah Bersama Dewangga
Ahsan Fauzi - Sabtu, 15 Agustus 2026 20:49 WIB
Ahsan Fauzi
Ketua Umum MUI Kota Semarang, Prof. Dr. KH. Erfan Soebahar, M.Ag., saat menjadi penceramah Manasik Umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh di Hotel Aruss Semarang, Sabtu (15/08/2026)

digtara.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang, Prof. Dr. KH. Erfan Soebahar, M.Ag., mengingatkan calon jemaah umrah agar mempersiapkan diri secara matang sebelum berangkat ke Tanah Suci.Pesan tersebut disampaikan Prof Erfan saat menjadi penceramah dalam kegiatan Manasik Umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh di Hotel Aruss Semarang, Sabtu (15/08/2026).

Menurut Prof Erfan, umrah merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar. Karena itu, umat Islam yang telah memiliki kemampuan finansial perlu mempersiapkan diri dengan baik apabila mendapat kesempatan menunaikannya.

"Kalau rezeki kita cukup, panggilan umrah itu penting untuk dipenuhi. Umrah itu bagian dari ibadah yang pahalanya besar," ujar Erfan dalam kegiatan tersebut.

Persiapan fisik dan mental

Prof Erfan mengatakan, kesiapan calon jemaah tidak cukup hanya dengan memahami rangkaian ibadah. Kondisi fisik dan mental juga perlu diperhatikan agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara optimal.

"Keberhasilan dalam umrah itu tidak bisa melepaskan diri dari persiapan jasmani dan rohani yang bagus," katanya.

Baca Juga: Dewangga Siap Berangkatkan 4 Grup Umrah September 2026, Kuatkan Tagline Paling Jawani dalam Melayani dan Jadikan Jemaah Sedulur Suarga

Ia menyarankan calon jemaah membiasakan diri melakukan persiapan sebelum keberangkatan, termasuk menjaga kesehatan fisik serta mempersiapkan mental.

Selain itu, pemilihan penyelenggara perjalanan ibadah umrah juga menjadi hal penting. Calon jemaah, kata Prof Erfan, sebaiknya memilih penyelenggara yang mampu memberikan bimbingan dan pendampingan sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

"Persiapan memilih institusi yang menyiapkan diri membimbing jemaah umrah dari awal keberangkatannya sampai pulang dengan sukses dan membuat tenang di jalan. Dewangga inilah saya kira pilihan tepat" ujarnya.

Jemaah perlu memahami kondisi Tanah Suci

Prof Erfan juga mengingatkan bahwa calon jemaah akan menghadapi situasi yang berbeda ketika berada di Madinah dan Makkah.

Jumlah jemaah yang sangat banyak dari berbagai negara membuat calon jemaah perlu memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik agar tidak mudah mengalami kebingungan selama menjalankan ibadah.

"Ketika kita sampai di Madinah, bukan hanya seribu atau dua ribu jemaah di depan kita. Ada puluhan ribu jemaah dari berbagai negara. Begitu juga di Makkah," kata dia.

Menurut Prof Erfan, persiapan dan pendampingan yang baik akan membantu jemaah tetap tenang sehingga dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Ia pun mengingatkan calon jemaah untuk memahami setiap tahapan ibadah umrah, mulai dari niat, tawaf, sa'i, hingga tahallul.

"Semua rangkaian ibadah umrah harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan maksimal," tuturnya.

Prof Erfan berharap kegiatan manasik tersebut dapat menjadi bekal bagi calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

"Semoga umrah kita dijadikan umrah yang mabrur, mabrurah, makbulah, dan diterima oleh Allah SWT," pungkasnya.

Kegiatan Manasik Umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh di Hotel Aruss Semarang digelar sebagai bagian dari persiapan calon jemaah sebelum melaksanakan ibadah umrah. (San).


Editor
: Ahsan Fauzi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Dewangga Siap Berangkatkan 4 Grup Umrah September 2026, Kuatkan Tagline Paling Jawani dalam Melayani dan Jadikan Jemaah Sedulur Suarga