digtara.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengapresiasi pelaksanaan Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran se-Jawa Tengah yang digelar Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang berlangsung di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang.
Nasaruddin Umar mengaku bangga melihat pelaksanaan kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut. Ia menilai Unissula menjadi tempat yang tepat untuk menggelar kegiatan besar yang mengangkat tema Al-Qur'an.
"Saya sangat berbangga di kampus kita yang sangat cantik ini, sangat bersih, sangat Islami. Bisa kita menyelenggarakan acara yang sangat besar seperti ini, apalagi temanya adalah Al-Qur'an," ujar Nasaruddin.
Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat luar biasa. Bahkan, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 5.000 orang.
"Pesertanya luar biasa, sampai 5 ribuan. Saya tadi pikir enggak sebanyak ini yang datang, ternyata begitu banyak," katanya.
Baca Juga: YBWSA Siapkan Apresiasi Umrah bagi Penghafal Al-Qur’an di Khataman Akbar JQHNU
Meski demikian, Nasaruddin mengingatkan agar kemeriahan kegiatan yang berkaitan dengan Al-Qur'an tidak berhenti pada aspek seremonial semata. Menurutnya, semarak harus berjalan beriringan dengan penghayatan dan pendalaman terhadap nilai-nilai Al-Qur'an.
"Tentu yang kita harapkan ke depan adalah bukan hanya semarak, tetapi juga penghayatan dan pendalaman," tegasnya.
Ia menjelaskan, semarak tanpa pendalaman akan menjadi sesuatu yang tidak utuh. Sebaliknya, pendalaman Al-Qur'an tanpa adanya semarak juga dinilai memiliki kekurangan.
"Kesemarakan tanpa pendalaman itu pincang, tapi pendalaman semata tanpa ada kesemarakan itu pincang juga," ungkapnya.
Karena itu, Nasaruddin melihat adanya keterkaitan antara pelaksanaan MTQ dan Khataman Akbar serta Silaturahmi Ahlul Quran. MTQ menghadirkan semarak dalam syiar Al-Qur'an, sementara kegiatan di Unissula menjadi ruang untuk memperkuat pendalaman dan penghayatan terhadap kandungan Al-Qur'an.
"Maka itu ada MTQ di sana, kesemarakannya, dan di sini ada pendalamannya. Jadi perkawinan antara pendalaman dan penghayatan itu yang akan melahirkan insan kamil, manusia paripurna," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Menteri Agama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.
"Selamat kepada Semarang, Jawa Tengah," pungkas Nasaruddin. (San).