digtara.com - Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) menyiapkan apresiasi berupa pemberangkatan umrah bagi para pencinta dan penghafal Al-Qur'an. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap mereka yang istiqamah menjaga hafalan dan mengamalkan Al-Qur'an.
Komitmen itu disampaikan Ketua Umum Pengurus YBWSA, Prof. Bambang Tri Bawono, saat menghadiri Khataman Akbar yang digelar Jam'iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Khataman Akbar tersebut merupakan agenda rutin JQNU Jawa Tengah yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga. Kegiatan digelar dalam rangka menyongsong Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang.
Bambang mengatakan, berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Al-Qur'an diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan umat Islam terhadap kitab suci.
"Harapan dari kegiatan ini, rasa cinta kita terhadap Al-Qur'an semakin bertambah. Apa pun, Al-Qur'an menjadi pegangan dalam hidup kita sebagai Muslim," ujar Bambang.
Menurut Bambang, perhatian YBWSA terhadap para penghafal Al-Qur'an juga diwujudkan melalui dukungan pendidikan. Tahun ini, YBWSA memberikan beasiswa kepada sekitar 1.000 mahasiswa.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar: Semarak MTQ Harus Diiringi Pendalaman Al-Qur’an
Sementara itu, jumlah penghafal Al-Qur'an yang telah memperoleh dukungan beasiswa dari YBWSA disebut telah mencapai sekitar 1.300 orang.
"Insyaallah kita sudah 1.300-an yang sudah kuliah di sini. Doanya menambah kemanfaatan daripada para penghafal Al-Qur'an, penjaga Kalamullah," katanya.
Selain beasiswa, YBWSA memberikan apresiasi dalam bentuk kesempatan menunaikan ibadah umrah. Dukungan pemberangkatan tersebut akan dilakukan melalui Sultan Tour and Travel, biro perjalanan umrah yang berada di bawah YBWSA.
"Kita mengapresiasi para pencinta dan penghafal Al-Qur'an. Sehingga ada rasa bahwa ada lembaga yang memperhatikan beliau-beliau itu. Semangat menjaga hafalannya," ujarnya.
Bambang mengungkapkan, apresiasi tersebut disampaikan secara spontan setelah melihat antusiasme jamaah dan para hafiz-hafizah dalam kegiatan Khataman Akbar.
"Kita support banget kegiatan-kegiatan seperti ini. Makanya spontan tadi saya ngomong sama panitia (Dekan FAI Unissula, red). Langsung kita, pokoknya kita berangkatkan umrah," ungkap Bambang.
Bambang menegaskan, dukungan YBWSA terhadap kegiatan yang berkaitan dengan Al-Qur'an tidak terbatas pada satu organisasi.
Menurutnya, YBWSA terbuka memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan maupun lembaga yang memiliki kepedulian dalam mengembangkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an.
"Kalau JQHNU ini kan organisasi yang dimiliki oleh saudara kita dari NU. Kalau MTQ kan nasional. Tapi kita support kok ke sana," jelasnya.
Dukungan terhadap MTQ Nasional XXXI juga terlihat dari keterlibatan mahasiswa di lingkungan YBWSA yang turut menjadi peserta dalam ajang tersebut sebagai bagian dari kontingen Jawa Tengah.
Baca Juga: Jelang MTQ Nasional XXXI, Iswar Ajak Warga Semarang Sambut Kafilah dengan Ramah "Bahkan mahasiswa kita ada yang berangkat sebagai peserta di MTQ, perwakilan Jawa Tengah," tegas Bambang.
Dua Kursi Umrah untuk Peserta Khataman Akbar
Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula, Dr. Agus Irfan, mengatakan Khataman Akbar merupakan agenda rutin tahunan JQHNU Jawa Tengah. Pada pelaksanaan tahun ini, agenda tersebut sengaja digelar bersamaan dengan momentum MTQ Nasional.
"Ini acara yang ketiga dari JQHNU Jawa Tengah, Khataman Akbar, yang memang kebetulan kita adakan untuk menyongsong kegiatan MTQ nasional," ujar Agus.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan para penghafal Al-Qur'an di Jawa Tengah.
"Karena berbarengan, maka untuk mengundang Pak Menteri Agama lebih mudah dan lebih kondusif daripada di waktu tersendiri," jelasnya.
Selain khataman, kegiatan juga diwarnai pemberian apresiasi berupa dua kursi umrah. Apresiasi tersebut diberikan Ketua Umum YBWSA sebagai bentuk penghargaan kepada jamaah dan para hafiz-hafizah yang mengikuti kegiatan.
"Pak Ketum sangat senang dengan jamaah yang hadir dan para hafiz-hafizah. Beliau ingin memberikan apresiasi, yaitu dua kursi umrah," ungkap Agus.
Untuk menentukan penerima apresiasi, panitia mempertimbangkan sejumlah nominasi peserta. Penerima dipilih dari peserta yang dinilai mampu merepresentasikan dan merangkum isi ceramah atau tausiyah Menteri Agama dalam kegiatan tersebut.
Agus berharap Khataman Akbar JQHNU Jawa Tengah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan keilmuan para penghafal Al-Qur'an di Jawa Tengah.
Baca Juga: Sambut MTQ Nasional XXXI, Kemenag Bersama Ormas, Komunitas, Relawan Resik-resik Masjid dan Santri Gelar Geber Mas di Masjid Agung Semarang "Insyaallah ini berkelanjutan, menjadi bagian dari silaturahmi dan silaturahmi keilmuan para penghafal Al-Qur'an di Jawa Tengah," pungkasnya. (San).