digtara.com - Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang akan menghadapi suksesi kepengurusan untuk periode 2026-2030.
Salah satu nama yang disebut siap membawa gagasan baru dalam kepemimpinan FKSB adalah KRH M. Priyanto, SE, MM, yang dikenal dengan sapaan Gus Syafri.
Gus Syafri mendorong FKSB ke depan menjadi organisasi yang mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Semarang.
Menurut beliau, FKSB harus menjadi wadah yang mandiri, profesional, sekaligus mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
"FKSB itu harus bisa merangkul semua kalangan, merangkul semua suku,ras, semua agama merangkul semua ormas. Ormas harus mandiri, profesional dan menjadi jembatan aspirasi warga Kota Semarang," kata Gus Syafri di Semarang, Rabu (7/10/2026).
Ia menilai keberadaan ormas tidak boleh hanya berjalan sendiri-sendiri. Ormas perlu membangun kolaborasi dan mengikuti aturan yang berlaku agar keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Jateng Naik ke Peringkat Kedua MTQ Nasional, Kaltim Juara Umum
"Ormas itu harus bangkit, harus maju, tidak jalan di tempat. Ormas itu memang harus bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.
Perkuat peran ormas
Gus Syafri juga mengusung gagasan untuk memperkuat posisi ormas sebagai mitra pemerintah Kota Semarang yang kritis sekaligus konstruktif.
Menurut dia, ormas dapat berperan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, sekaligus ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia mendorong pemberdayaan ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pemuda melalui pelatihan dan digitalisasi.
Program lainnya mencakup pendampingan hukum, bantuan sosial bagi warga miskin, penguatan sumber daya manusia anggota ormas melalui sertifikasi, serta digitalisasi organisasi.
"Ormas harus bisa menyelami masyarakat, harus bergotong royong untuk memajukan Kota Semarang agar lebih baik lagi," katanya.
Jaga toleransi di Kota Semarang
Gus Syafri juga menempatkan penguatan kondusivitas dan toleransi sebagai salah satu agenda penting.
Hal itu dinilai relevan mengingat Kota Semarang memiliki masyarakat yang multikultural dengan latar belakang agama, sosial dan organisasi yang beragam.
Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Sri Wulan: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ruang Persaudaraan Ia mengatakan citra negatif terhadap ormas tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan peran positif organisasi kemasyarakatan.
"Ormas itu terkenalnya buruk, tapi ormas yang berakhlak baik itu tidak sedikit juga," ujarnya.
Karena itu, menurut beliau, FKSB perlu mendorong lahirnya ormas yang tertib, berintegritas, berakhlak dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Profil Gus Syafri
KRH M. Priyanto,SE.MM atau Gus Syafri dikenal sebagai Ketua Muhibbin Indonesia, Ketua Pawodiro Nusantara, pimpinan Majelis Kanzus Sholawat Nusantara, pengasuh Pondok Pesantren Hamengku Joyo Nusantoro, serta penasihat LSM/ormas se Jawa Tengah.
Ia juga tercatat memiliki pengalaman Tenaga Ahli Disdukcapil dan Tenaga Ahli di Diskominfo, di bidang keagamaan FKSB dan menjadi bagian dari keluarga besar Ansor-Banser Kota Semarang serta Direktur dan Komisaris.
Dalam menghadapi suksesi FKSB periode 2026-2030, Gus Syafri membawa gagasan agar FKSB tidak sekadar menjadi forum komunikasi antarlembaga, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dan jembatan aspirasi masyarakat.
"Ormas harus guyub, jangan jalan sendiri-sendiri. Harus mengikuti aturan yang ada," pungkasnya.