digtara.com - Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Dr KH Imam Addaruqutni, menekankan pentingnya pelatihan akustik untuk meningkatkan kualitas tata suara masjid. Pengaturan sound system yang tepat dinilai menjadi faktor penting agar azan, khutbah, pengajian, dan pesan dakwah dapat terdengar jelas serta nyaman bagi jemaah.
Hal itu disampaikan Imam Addaruqutni seusai pembukaan Pelatihan Akustik Masjid Batch VI Jawa Tengah yang digelar DMI bersama PT Paragon Corp di Aula Sunan Kudus, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah.
"Kalau sistem suara disetel dengan baik dan digunakan secara tepat, pesan yang disampaikan dari masjid akan terdengar dengan baik. Karena itu, pelatihan ini diperlukan. Tanpa pelatihan, suara sound system masjid justru bisa tidak jelas," ujar Imam.
Menurutnya, kualitas tata suara masjid tidak cukup hanya mengandalkan perangkat pengeras suara. Pengurus dan takmir juga perlu memiliki pengetahuan teknis agar sistem audio dapat diatur dan digunakan sesuai kebutuhan.
Imam menjelaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah dan pembinaan masyarakat. Karena itu, kualitas suara perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan pelayanan masjid kepada umat.
"Harapannya, jemaah dan masyarakat pada umumnya bisa menikmati suasana serta suara masjid dengan baik," katanya.
Ia juga berharap pelatihan akustik dapat mendorong pengurus dan takmir semakin serius dalam mengelola masjid sebagai pusat pelayanan keagamaan.
"Kami berharap para pemandu, pengurus, dan takmir masjid semakin serius dalam menyajikan masjid sebagai bentuk layanan untuk umat, sekaligus layanan dakwah," tuturnya.
DMI Jateng: Ilmu Akustik Harus Ditularkan
Baca Juga: DMI Demak Perluas Kepengurusan hingga Kecamatan, Masjid Didorong Berdayakan Ekonomi Umat Wakil Ketua PW DMI Jawa Tengah, Dr KH Multazam Ahmad, MA, mengatakan, pelatihan akustik diharapkan mampu memperbaiki kualitas tata suara masjid yang selama ini belum dikelola secara optimal.
"Harapan saya, pelatihan ini mampu mendongkrak kualitas akustik masjid. Yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik, karena akustik ini sangat penting," ujar Multazam, yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PP DMI.
Ia menyebutkan, sekitar 100 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Peserta didominasi perwakilan dari Kota Semarang, sedangkan lainnya berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Salatiga, Kendal, dan Demak.
Multazam berharap peserta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pengurus masjid lain di lingkungan masing-masing.
"Harapannya, ilmu-ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini bisa ditularkan kepada masjid-masjid di sekitarnya," katanya.
Paragon Targetkan 10 Angkatan
Head of Islamic Ecosystem Development PT Paragon Corp, Dwi Lesmana Yuniarto, menjelaskan, pelatihan di Semarang merupakan bagian dari program yang ditargetkan berlangsung hingga 10 angkatan di berbagai kota di Indonesia.
Sebelum di Semarang, pelatihan serupa telah dilaksanakan di sejumlah daerah, di antaranya Jakarta, Cirebon, Padang, Medan, dan Aceh. Rangkaian berikutnya direncanakan berlanjut ke sejumlah kota lain, termasuk Jawa Timur pada akhir Oktober 2026.
Dwi mengatakan, program tersebut dilatarbelakangi kepedulian terhadap masih banyaknya masjid yang belum memiliki penataan sistem tata suara secara optimal.
"Tujuan pelatihan ini karena kami melihat masih banyak masjid yang penataan sound system-nya mungkin kurang optimal," ujar Dwi.
Melalui kolaborasi dengan DMI, Paragon berharap semakin banyak pengelola masjid yang mampu mengatur sistem audio secara tepat sehingga pesan keagamaan dapat diterima jemaah dengan lebih jelas.
"Ini usaha kecil dari Paragon untuk berkontribusi agar semakin banyak masjid yang kualitas suara atau akustiknya menjadi lebih baik, sehingga pesan-pesan baik kepada umat bisa sampai dengan lebih jelas," katanya. (San).
Baca Juga: Dr KH Multazam Ahmad: Puasa Sehatkan Fisik dan Ruhani