digtara.com – Wakil Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Rusydi Nasution angkat bicara terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Padangsidimpuan 2020 yang menanjak menjadi Rp 108.9 miliar. Hal itu dinilai tidak pro rakyat dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Sesuai nota pengantar keuangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Padangsidimpuan tahun 2020 yang sedang dibahas senilai Rp108,9 Milliar atau 12,5 % dari pagu APBD hanya Rp880 M. Tingginya SiLPA sebuah kegagalan dan bukan prestasi.
“SiLPA itu terlalu tinggi, apalagi saat situasi covid-19 pemko harusnya menggenjot belanja untuk perputaran roda ekonomi bukan malah disilpakan. Ini bukan prestasi malah menghambat perekonomian” Kata Rusydi Nasution, Jumat (02/06/2021).
Lebih lanjut Rusydi Nasution menyampaikan SiLPA yang besar ini terjadi karena tidak tercapainya realisasi belanja, tata kelola keuangan secara tertib atau perencanaan kegiatan yang lemah.
“Ada kejanggalan soal SiLPA itu, tegas Rusydi Nasution yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan.
Sedangkan anggaran yang di-SiLPA-kan yakni belanja tidak langsung lebih dari Rp 50 Milliar, belanja langsung Rp 30 Milliar dan sisanya merupakan SiLPA tahun sebelumnya (2019).
Rusydi menyarankan Pemko Padangsidimpuan untuk ke depannya harus bisa memfokuskan anggaran untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti peningkatan UMKM yang terdampak Covid-19 dan peningkatan mutu pendidikan.
“Rakyat lagi susah, realisasikan segera belanja APBD. SiLPA itu tak pro rakyat dan pertumbuhan ekonomi. Ingat bahwa penggunaan saldo lebih di anggaran selanjutnya ada aturannya, tak bisa semaunya,” tegas Rusydi Nasution yang juga mantan bankir ini.
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe