Siapapun Presidennya Pasar Cenderung Positif

Redaksi - Jumat, 12 April 2019 02:03 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201904/jokowi-prabowo.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | JAKARTA – Momentum pemilihan presiden 2019 (pilpres) tidak akan memberikan guncangan besar bagi pasar keuangan di mana pelaku pasar cenderung optimistis. Bahkan, berkaca dari kondisi saat ini, pasar keuangan masih akan bergerak kondusif baik sebelum maupun pasca pemilu pertengahan April nanti.

“Selama empat tahun Pilpres, justru selalu terjadi kenaikan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” kata Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono.

Bahkan, Pilpres dianggapnya sebagai momentum bagi banyak aset untuk mulai rebound, seperti halnya saham, obligasi, nilai tukar rupiah dan lainnya. Hanya saja, yang membedakan saat ini dibandingkan Pilpres sebelumnya yakni sifat dan risiko aset. Begitu juga konteksnya dengan minat investor, baik sebagai hedging, pelengkap, alternative atau speculative.

“Pasca Pilpres, apalagi jika Jokowi menang, pertumbuhan kinerja emiten konstruksi tahun ini diyakini akan berakselerasi pasca pemilu, seiring dengan menggeliatnya proyek infrastruktur,” ungkapnya.

Sedangkan untuk prospek investasi di aset komoditas, menurut Wahyu tidak akan terpengaruh secara signifikan oleh sentimen Pilpres. Hal ini lantaran, prospek komoditas cenderung bergantung pada kondisi fundamental, supply dan demand, serta faktor global.

Direktur Utama Avrist Asset Management Hanif Mantiq menilai sekarang waktu yang tepat untuk mengambil peluang di tengah kondisi market yang terkoreksi. Pilihannya, jatuh pada reksadana saham atau reksadana pendapatan tetap pemerintah, dengan tenor untuk jangka panjang.

“Sepertinya baik Paslon No.1 maupun Paslon No.2 akan direspon positif oleh pasar. Ini karena, keduanya termasuk pro pasar dan punya latar belakang sebagai pengusaha,” ujar Hanif seperti dilansir kontan.

Untuk itu, Hanif optimistis siapapun pemenang Pilpres 2019 tidak akan menimbulkan gejolak di pasar. Adapun saham yang menarik untuk dilirik saat ini, menurutnya perbankan dan konsumsi. Sedangkan untuk reksadana pendapatan tetap bisa dilirik untuk tenor 10 tahun.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Geger Notifikasi "ADILI JOKOWI" Muncul Mendadak di Aplikasi, Diduga Milik RS Hermina

Ekonomi

Pengurus Inti Aliansi Prodem Jawa Tengah Geruduk Kantor KIP Jateng Tanyakan Ijazah Jokowi

Ekonomi

Kasmudjo Tegaskan Bukan Pembimbing Skripsi Jokowi, Mulai Mengajar pada 1986

Ekonomi

Rocky Gerung Sebut Ada Dendam Jokowi dalam Penetapan Tersangka Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Ekonomi

Roy Suryo Bongkar Trik Licik Akun Fufufafa Hilangkan Jejak Digital Jokowi

Ekonomi

Presiden Jokowi Kunker ke Aceh Besok