Gapki Ancam Hentikan Impor Produk Turunan Sawit ke Eropa

Redaksi - Jumat, 19 April 2019 07:15 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201904/gapki-ilustrasi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengancam akan menghentikan ekspor produk turunan kelapa sawit ke eropa. Ancaman itu disampaikan seiring ditolaknya ekspor biodiesel Indonesia ke benua biru.

“Itu larangan ke Eropa hanya untuk biodiesel. Sementara produk turunannya yang lain tidak dilarang. Jadi, sebenarnya kalau kita mau fight ya, ayo kita stop saja semua produk turunan sawit ke Eropa termasuk oleochemical dan lainnya. Kita embargo saja sekalian semuanya,”sebut Sekretaris Gapki Sumut, Timbas Prasad Ginting seperti dilansir Analisa, Jumat (19/4/2019).

Timbas menjelaskan, langkah Eropa menolak ekspor biodiesel Indonesia, merupakan dampak dari kampanye yang dilakukan sejumlah organisasi lingkungan atas produk kelapa sawit Indonesia. Mereka beralasan, industri sawit di Indonesia tidak ramah lingkungan, mendukung deforestasi dan sejumlah alasan lainnya.

“Tapi pemerintah saat ini sedang banding ke WTO juga untuk persoalan itu,”sebut Timbas.

Timbas menuturkan, pihaknya sangat mendukung peran pemerintah yang lebih besar dalam memperjuangkan sawit. Bahkan, mereka mendorong adanya pemakaian dalam negeri yang lebih besar agar Indonesia tidak tergantung pada pasar luar negeri.

“Tingkatkan pemanfaatan CPO untuk dalam negeri, baik itu oil food dan energi. Seperti mesin-mesin PLN itu pakai dengan B100 semua. Jadi penyerapannya bisa maksimal. Tidak perlu lagi kita pasar ekspor,” tuturnya.

Timbas menilai, berapa juta ton lagi yang bisa dikurangi ekspor jika untuk dalam negeri terpenuhi. Termasuk jika semua bisa diserap ke dalam negeri, maka tidak perlu lagi pasar luar negeri.

“Bayangkan saja sebelumnya 5,4 juta ton per tahun kita ekspor terus turun jadi 4,7 juta ton di tahun 2018. Jika diserap lebih banyak maka bisa saja ekspor itu bisa kita stop total,” jelasnya.

Apalagi, menurut Timbas, jika pemerintah menerapkan untuk semua mesin pembangkit diesel PLN pakai B100. Maka Indonesia bisa menerapkan embargo sendiri.

[ANL/AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo