Aset Perbankan Nasional Tembus Rp8.068 Triliun

Redaksi - Senin, 22 April 2019 04:21 WIB

Warning: getimagesize(https://www.digtara.com/cdn/uploads/images/201904/ilustrasi-bank-ojk.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan merilis data Statistik Perbankan Indonesia 2018. Tercatat pada data itu, aset perbankan umum non-BPR di Indonesia telah mencapai angka Rp8.068,35 triliun. Angka itu menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perbankan nasional.

Angka itu tumbuh 9,21% secara year on year (YoY) dibandingkan dengan total aset bank umum pada 2017 sebesar Rp7.387,63 triliun.

Meski lebih baik dibanding tahun 2017, namun pertumbuhan di 2018 lalu sedikit melambat dibandingkan dengan laju kenaikan total aset bank umum pada 2016 dan 2017 yang masing-masing sebesar 10,39% dan 9,78% menjadi Rp6.729,79 triliun dan Rp7.387,63 triliun.

Capaian rekor Rp8.068,35 triliun ini ditopang oleh pertumbuhan kredit bank umum yang mencapai Rp12,04% atau dari Rp4.781,93 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp5.358,01 triliun pada akhir Desember 2018. Adapun, penghimpunan dana pihak ketiga hanya tumbuh moderat di level 6,44% (YoY) yakni dari Rp5.289,38 triliun menjadi Rp5.630,45 triliun.

Pembentukan aset bank umum sepanjang 2018 lalu cukup positif karena mencapai rekor baru dengan menembus level Rp8.000 triliun dengan total jumlah bank umum 115 bank. Jumlah ini menanjak 62,87% dibandingkan dengan kondisi pada lima tahun atau akhir 2013 di mana total aset 120 bank umum di Indonesia sebesar Rp4.954 triliunMeski demikian, pada bulan pertama 2019, total aset 115 bank umum di dalam negeri kembali turun tipis ke level Rp7.913,49 triliun.

Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan turunnya jumlah aset bank dari level Rp8 kuadriliun pada Januari lalu merupakan efek awal tahun.

“Siklus tahunannya memang demikian karena pertumbuhan kredit dan DPK bank pada awal tahun biasanya cenderung melambat,” kata Sekar kepada Bisnis, belum lama ini.

Akan tetapi, jumlah aset perbankan diyakini akan kembali tumbuh seiring dengan proyeksi kenaikan kredit baru mulai awal kuartal II/2019. Sepanjang tahun ini, kredit perbankan diproyeksikan akan tumbuh 13% + 1%.

[BIS/AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo