Inflasi di Maluku Tertekan Turunnya Harga Tiket Penerbangan

Redaksi - Jumat, 03 Mei 2019 10:05 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/inflasi_02100_20151002_134419.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | AMBON – Tingkat pergerakan harga di Provinsi Maluku pada April 2019 lalu tercatat mengalami deflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan (mtm) atau sebesar 4,33 persen secara tahunan (yoy).

Tingkat pergerakan harga itu masih berada pada sasaran target Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 3,5%±1% (yoy).

Kepala tim Advisory dan pengembangan ekonomi Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Teguh Triyono mengatakan rekanan inflasi Maluku pada April 2019 tersebut menurun dibandingkan inflasi pada bulan Maret lalu sebesar 0,49% (mtm) atau 3,74% (yoy).

Deflasi pada bulan April disebabkan turunnya tekanan inflasi pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, yaitu sebesar 4,67% (mtm) pada Maret, menjadi deflasi 3,26% (mtm) April.

“Deflasi pada kelompok ini disebabkan oleh harga tiket angkutan udara yang mengalami penurunan, yaitu dari 21,75% (mtm) pada Maret, menjadi deflasi 13,48% (mtm) pada April,” jelasnya.

Berdasarkan hasil Survey Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku pada April 2019, turunnya harga tiket angkutan udara terjadi pada rute penerbangan Ambon-Makassar dan Ambon-Saumlaki, baik untuk Maskapai Garuda Group maupun Lion Group.

Di sisi lain, inflasi pada Kelompok Makanan Jadi dan Kelompok Bahan Makanan menjadi penahan deflasi Maluku pada April 2019. Kenaikan harga makanan jadi disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa.

Makanan jadi mengalami inflasi sebesar 2,14% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,04% (mtm). “Maluku masih bergantung pada provinsi lain untuk memenuhi pasokan beberapa komoditas makanan jadi,” terangnya.

Komoditas makanan jadi yang harganya naik adalah roti manis dan minuman kesegaran. Naiknya harga komoditas tersebut sejalan dengan perilaku masyarakat yang meningkatkan stok menjelang bulan puasa.

“TPID Maluku telah melakukan upaya untuk mengendalikan harga bahan pokok untuk menghadapi bulan Ramadhan,” jelasnya.

[AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo