IHSG Rebound di Tengah Pelemahan Bursa Global

Redaksi - Selasa, 07 Mei 2019 09:45 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/Gunawan-Benjamin.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu menguat setelah mengalami pelemahan dalam tiga hari terakhir.

IHSG berhasil dibuka menguat di level 6.271 dan berhasil bertahan di teritori positif sepanjang perdagangan. Mengakhiri sesi perdagangan hari ini, IHSG ditutup naik 40 poin atau naik 0,655% di level 6.297. IHSG tertinggi berada di level 6.310 dan terendah berada di level 6.268.

Praktisi Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, penurunan IHSG yang cukup signifikan 3 hari belakangan dijadikan momentum yang tepat bagi pelaku saham dalam negeri untuk melakukan beli pada hari ini.

“Saham-saham yang biasanya tergolong mahal seperti saham-saham bluechip, mayoritas bergerak naik, begitupun dengan saham LQ 45 yang juga bergerak naik 1%. Tak ketinggalan saham-saham syariah juga mengalami penguatan dimana JII naik 0,9%, ISSI naik 0,67% dan JII70 naik 0,89%,”jelasnya.

Meskipun demikian, lanjut Gunawan, saham-saham dibursa Global masih melemah mengusul ancaman Perang tarif impor yang diberikan Amerika Serikat terhadap China. Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor atas barang-barang asal china sebesar 2OO Miliar dólar pada Jumat pekan ini serta akan meninjau barang-barang lainnya yang belum dikenakan tarif.“Saya kira situasi ini cukup genting bagi China dimana kebijakan ini terkesan sangat mendadak,”pungkasnya.

Sejak adanya pemberhentian sementara tarif impor beberapa bulan lalu, kata Gunawan, justru memberikan dampak yang positif bagi keduanya. Namun kali ini, Trump justru menggebu-gebu dalam menaikkan tarifnya terhadap China.

“Untuk ekonomi dalam negeri sendiri, saya kira ini tidak berdampak langsung bagi Indonesia. Saya kira ekonomi dalam negeri masih cukup terkendali meskipun perlambatan di beberapa sub sektor perekonomian masih terjadi,”tandasnya.

[AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo