BI Sebut Sibolga Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Sumut

- Rabu, 22 Mei 2019 09:01 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/20190522_113515.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | SIBOLGA – Bank Indonesia menyebut Kota Sibolga telah memberikan sumbangan terbesar pada pembentukan inflasi di Sumut pada April 2019 lalu. Dimana pada bulan tersebut, Sumatera Utara mengalami inflasi hingga 1,23 persen, dan menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi secara nasional.

Atas kondisi tersebut, Bank Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara melakukan kunjungan ke Sibolga pada Selasa (22/5/2019) siang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, kunjungan mereka untuk memantau langsung ketersediaan bahan pokok dan harga, sekaligus untuk berkordinasi bersama pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi di daerah tersebut.

Tingginya angka Inflasi, kata Wiwiek, akan berdampak pada perekononian masyarakat. Jika tidak segeraka dikendalikan akan terus meningkat hingga akhir tahun.

“Tahun lalu, Angka inflasi di sumut sangat rendah serendahnya se-indonesia, tetapi pada bulan april menjadi yang tertinggi. Ini menjadi perhatian serius, jika tidak ada penanganan yang dilakukan, akan sangat mempengarui perekonomian. Makanya saya terus berkordinsasi dengan kepala daerah untuk melakukan regulasi menekan meningkatnya angka inflasi ini,”ujar Wiwik saat memberikan keterangan didampingi Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dan Kepala Perwakilan bank Indonesia Sibolga Suti Masniari Nasution.

Untuk wilayah Kota Sibolga sendiri, angka Inflasi sangat tinggi yakni 1,09. Sebelumnya pada bulan Januari hingga Maret 2019, angka inflasi di Sibolga sangat rendah.

“Ini kan aneh, tiba-tiba naiknya cukup tinggi. Oleh karenanya kami telah membentuk daerah pengendalian inflasi di empat daerah di Sumut, yakni kota Medan, Siantar, Sibolga dan Padang Sidempuan, yang bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi ini, dan tentunya tetap berkordinasi, khusunya pada bulan Mei dan Juni ini yang kami menilai sangat krusial, karena mendekati lebaran,”tukas Wiwiek.

Sementara itu Walikota Sibolga Drs H.M Syarfi Huatauruk Ketua TPID Kota Sibolga tidak menampik bahwa pada bulan April Angka inflasi di sibolga cukup tinggi. “Tingginya angka Inflasi disebabkan ada beberapa komoditi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat melonjak naik, dan hal tersebut menjadi faktor utama,” terang Syarfi.

Dijelaskanya, Faktor utama tingginya Inflasi terjadi pada naiknya harga Bawang Putih, Bawang Merah dan Cabai Merah bulat.

“Alhamdulillah, saat ini komoditi tersebut harganya mulai stabil, dan kita tetap pantau harga – harga di pasar sibolga nauli, jika suatu saat terutama menjelang lebaran terjadj kenaikan harga, pemerintah kota sibolga telah siap melaksanakan pasar murah yang bekerja sama dengan lembaga terkait, untuk menekan angka inflasi ini,” tandasnya.

[AS]

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo