Inflasi Maluku 2019 Tembus Target Pemerintah

Redaksi - Rabu, 12 Juni 2019 11:10 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/inflasi_02100_20151002_134419.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | AMBON – Tingkat pergerakan harga di Provinsi Maluku pada Mei 2019 lalu, mengalami inflasi sebesar 1,59 persen. Berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang justru mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.

Inflasi di bulan Mei 2019, membuat laju inflasi tahunan (yoy) di Provinsi Maluku telah mencapai 4,69 persen. Lebih tinggi dari target yang ditetapkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provins Maluku, yakni sebesar 3,5%±1%.

Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku, Teguh Triyono mengatakan, inflasi pada Mei 2019 utamanya disebabkan karena terjadinya inflasi pada Kelompok Bahan Makanan, dari 1,55 persen pada April 2019 menjadi 4,47 persen pada Mei 2019.

“Inflasi utamanya disebabkan oleh kenaikan harga subkelompok sayuran, bumbu dan ikan segar masing-masing sebesar 10,64% (mtm), 10,60% (mtm) dan 9,27% (mtm),” kata Teguh Triyono, Rabu (12/06/2019).

Sesuai informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, kenaikan harga bawang di Maluku disebabkan oleh naiknya harga bawang di sentra produksi Jawa Timur. Maluku masih bergantung pada Jawa Timur untuk memenuhi pasokan bawang dan cabai.

 

Selain itu, terdapat pedagang eceran yang dengan sengaja menaikan harga bawang dan cabai untuk mengambil keuntungan. Meskipun telah dilakukan inspeksi mendadak (sidak), namun pedagang didapati menaikan harga pasca sidak dilakukan. Tingginya harga bumbu dan ikan segar juga disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi. Kenaikan harga kelompok makanan jadi juga menjadi penyebab inflasi Maluku pada Mei 2019. Kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 1,50% (mtm).

“Tingginya inflasi makanan jadi utamanya disebabkan oleh komoditas roti, wafer dan es teh manis sejalan dengan meningkatnya permintaan Ramadhan,” jelas Teguh.

[AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo