digtara.com | MEDAN – Tiga wilayah Kabupaten di Sumatera Utara dilanda isu kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram (kg) usai perayaan lebaran Idulfitri 1440 Hijriah. Yakni Kabupaten Serdang Bedagai, Simalungun dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Untuk meredam isu kelangkaan itu, PT Pertamina melakukan penambahan stok elpiji 3 kg di daerah-daerah tersebut.Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M Roby Hervindo mengatakan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan menjadi wilayah yang mendapatkan tambahan paling besar, yakni mencapai 28 persen dari penyaluran normal.
Sementara Simalungun dan Serdang Bedagai, masing-masing mendapatkan tambahan 8 persen dari penyaluran normal.
“Peningkatan penyaluran juga menyentuh Kabupaten Serdangbedagai, Simalungun dan Labuhanbatu Selatan yang sempat dilanda isu kelangkaan,” ujarnya, Kamis (13/6/2019).
Roby mengungkapkan, secara umum Pertamina MOR 1 meningkatkan penyaluran LPG 3 kg di Sumut sebanyak 5 persen pada periode 6-11 Juni 2019. Ini dilakukan karena berdasarkan pantauan mereka, kebutuhan konsumsi LPG 3 kg masyarakat paska Lebaran masih meningkat.
“Setidaknya, sebanyak 403.360 tabung LPG 3 kg disalurkan per hari, sejak 6 Juni. Hingga kini total sudah 2,6 juta tabung LPG 3 kg dikonsumsi masyarakat Sumut setelah perayaan Lebaran,”sebutnya.
Sebelumnya, pada periode 1-5 Juni 2019, Pertamina MOR 1 juga sudah menambah penyaluran sebanyak 6 persen dari jumlah normal. Dengan rerata sebanyak 407.115 tabung per hari sampai berjumlah total 2,03 juta tabung.
“Kami selalu menjaga ketahanan stok. Rata-rata stok yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 20 hari ke depan,” tegas Roby.
Selain menghadapi isu kelangkaan, penambahan stok tersebut juga untuk meredam aksi pengecer menaikkan harga LPG 3 kg. Kemudian, Satgas Pertamina MOR 1 juga melakukan inspeksi ke pangkalan-pangkalan.
“Dalam setiap inspeksi, Satgas menekankan pangkalan untuk tidak menjual LPG 3 kg kepada pengecer dan menjualnya sesuai harga eceran tertinggi (HET),”tandasnya.
[AS]