digtara.com - Bank-bank milik negara (BUMN) bersiap menaikkan suku bunga deposito Dolar AS (USD) menjadi 4% per tahun, efektif mulai 5 November 2025. Langkah ini diambil untuk menarik kembali cadangan devisa ke dalam negeri sekaligus meredam pelemahan Rupiah.
Kebijakan tersebut berlaku untuk semua tingkatan saldo dan tenor hingga 12 bulan, sehingga nasabah pemegang dolar diharapkan lebih tertarik menempatkan dananya pada sistem perbankan nasional ketimbang disimpan di luar negeri.
Respon terhadap Rupiah yang Melemah
Hingga Rabu (24/9/2025), Rupiah melemah 2,53% secara year-to-date dan 1,64% month-to-date terhadap USD. Kondisi ini mendorong Menteri Keuangan meminta perbankan BUMN menjaga agar dolar tetap berada di dalam negeri (onshore).
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah, Ditutup di Rp16.600–Rp16.650 per Dolar AS Hari Ini "Dengan imbal hasil deposito USD yang lebih tinggi, insentif bagi pemegang dolar untuk menyimpannya di bank domestik akan meningkat," kata seorang pejabat perbankan.
Tarif Minimum Diseragamkan
Saat ini, bunga deposito USD di bank-bank BUMN masih bervariasi:
BRI: 4,5% – 5%BNI: sekitar 4%Mandiri: 3% (dengan tarif khusus bisa 5%–5,3%)Dengan keputusan baru, seluruh bank BUMN akan memiliki bunga minimum seragam di level 4%, meski penawaran spesial masih dimungkinkan.
Sebagai perbandingan, bunga deposito Rupiah jauh lebih rendah:
BRI: 1,25% – 2%BNI & Mandiri: 0,75% – 1,75%Dampak pada Biaya Pendanaan
Baca Juga: Rupiah Diperkirakan Bergerak di Rentang Sempit Rp16.280–Rp16.330 Hari Ini Kenaikan
bunga deposito USD diperkirakan menambah beban biaya pendanaan (funding costs), terutama bagi bank BUMN dengan eksposur besar pada simpanan valuta asing:
BNI: 20% dari total depositoMandiri: 19%BRI: 15%BTN: 4%Di sisi lain, kondisi likuiditas valuta asing sedang ketat, terlihat dari rasio pinjaman terhadap deposito (FX Loan-to-Deposit Ratio / LDR):
Mandiri: 99%BNI: 85%BRI: 65%Meski menekan margin bank, kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan pasokan likuiditas dolar domestik dan menjaga stabilitas makroekonomi nasional.
Dengan bunga seragam 4% per tahun, bank-bank BUMN diharapkan mampu membendung aliran dolar keluar negeri sekaligus memperkuat daya tahan Rupiah di tengah gejolak global.