Ekspor Coconut Milk Sumut Naik, Kehadiran Pejabat Daerah Dipertanyakan

Redaksi - Sabtu, 15 Juni 2019 05:35 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/received_904014406618563.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | DELISERDANG – Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, memberikan apresiasi yang besar terhadap pertumbuhan kinerja ekspor coconut milk atau santan kelapa dari Sumatra Utara.

Namun demikian, dia mengeluhkan perhatian para pejabat pertanian dan perkebunan kepada eksportir, seperti yang dilihatnya saat pelepasan ekspor coconut milk di kawasan pabrik PT Eramas Coconut Industries (ECI) di Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Jumat (14/6) sore.

Hal itu dikemukakannya setelah melihat tidak ada satu pun pejabat daerah di sektor pertanian dan perkebunan hadir di lokasi acara.

“Saya tidak melihat ada satu pun (pejabat pertanian dan perkebunan) yang hadir. Ada wakil dari dinas, nggak?” tanyanya kepada para tamu undangan.

Dan dari pengamatan, tidak ada seorang pun dari para tamu undangan yang mengaku mewakili dinas dari sektor pertanian atau perkebunan.

Ali Jamil menegaskan, kehadiran unsur pemerintah daerah ke acara tersebut adalah bagian dari tanggung jawab mengemban tugas negara. Yakni untuk mendorong eksportasi komoditas pertanian nasional, khususnya dari Provinsi Sumatra Utara.

Meskipun acara tersebut tergolong direncanakan secara mendadak, lanjut dia, tetapi sebagai pejabat seharusnya selalu siap turun ke lapangan.

Pejabat negara harus berkomitmen siap bertugas kapan pun dibutuhkan sehingga kegiatan dadakan tidak menjadi alasan untuk tidak turun.

“Yang dari daerah lain saja bisa datang, tapi yang punya wilayah?” tanya dia lagi.

Para pejabat pertanian dan perkebunan, terutama kepala dinas, menurut dia, seharusnya bisa menyempatkan diri hadir agar tahu apa yang dikerjakan perusahaan tersebut. Terlebih, kegiatan ini tidak memakan waktu lama.

Namun demikian, dia meminta para eksportir yang hadir, khususnya manajemen PT ECI, untuk tidak berkecil hati dan terus meningkatkan produktivitasnya.

Dan dia berharap apa yang disampaikannya menjadi koreksi bagi para kepala dinas di sektor pertanian dan perkebunan di Sumut. Agar ke depan memberikan perhatian yang lebih baik kepada para eksportir.

Apalagi ekspor coconut milk atau santan kelapa dari Sumut terus menunjukkan kinerja yang baik. Belum sampai setahun sejak awal dikirim pada Agustus 2018, pasar tujuan ekspor sudah bertambah enam negara.

Balai Besar Karantina Pertanian Belawan mencatat, sejak bulan Agustus 2018 hingga Juni 2019, atau baru terhitung 10 bulan, ekspor santan kelapa asal Sumut sudah mencapai Rp 4 miliar.(win)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo