digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025), dengan kisaran pergerakan di level Rp16.650—Rp16.700 per dolar AS.
Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah justru ditutup menguat tipis 0,25% ke posisi Rp16.656 per
dolar AS. Di sisi lain, indeks
dolar AS naik 0,02% ke level 100,16.
Pergerakan Mata Uang Asia
Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,15%, dolar Hong Kong menguat 0,07%, dolar Singapura naik 0,14%, dan won Korea Selatan menguat 0,39%. Sementara itu, dolar Taiwan tercatat stagnan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 25 November 2025: Diprediksi Melemah ke Rp16.730 per Dolar AS Adapun peso Filipina melemah 0,06%, yuan China menguat 0,11%, ringgit Malaysia naik 0,05%, dan baht Thailand menguat 0,21%.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelaku pasar semakin optimistis bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember 2025. Keyakinan ini muncul setelah sederet data ekonomi AS menunjukkan perlambatan, disertai komentar bernada dovish dari pejabat The Fed.
Gubernur The Fed Christopher Waller mengisyaratkan dukungan terhadap penurunan suku bunga, sejalan dengan pernyataan Presiden The Fed New York John Williams pada pekan lalu. Keduanya menilai kondisi pasar tenaga kerja yang melemah membuka ruang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).
Berdasarkan CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga oleh The Fed kini meningkat menjadi hampir 80%, dibandingkan hanya 30% sebelum pernyataan pejabat bank sentral AS tersebut.
Ibrahim menjelaskan pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi terbaru AS untuk memperkuat proyeksi kebijakan moneter ke depan. Indeks Harga Produsen (IHP) AS diperkirakan naik 0,3% month-on-month pada September, sementara data Penjualan Ritel diproyeksikan meningkat 0,4%.
Baca Juga: Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 November 2025, Cek Penyebab Melemahnya Mata Uang Garuda
Sentimen dari Dalam Negeri
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan harapan agar APBN tahun 2027 atau 2028 tidak lagi mengalami defisit. Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR, 15 Agustus 2025, Prabowo menargetkan defisit APBN 2026 berada pada level 2,48% dari PDB.
Namun, pada September 2025, Kementerian Keuangan menaikkan proyeksi defisit APBN 2026 dari 2,48% menjadi 2,68%. Kenaikan tersebut telah disetujui DPR dalam pengesahan Undang-Undang APBN 2026.
Tambahan defisit anggaran diperlukan untuk mendukung sejumlah program prioritas tahun depan, seperti makan bergizi gratis dan penguatan koperasi desa merah putih.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 25 November 2025: Diprediksi Melemah ke Rp16.730 per Dolar AS