digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dan masih berisiko ditutup melemah pada kisaran Rp16.660–Rp16.700 per dolar AS pada perdagangan Kamis (27/11/2025).
Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,04% ke level Rp16.664 per
dolar AS pada Rabu (26/11/2025). Di waktu yang sama, indeks
dolar AS juga turun 0,08% ke posisi 99,74.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global, terutama sinyal dovish dari The Federal Reserve dalam beberapa hari terakhir. Sinyal tersebut mendorong para pelaku pasar meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga, berbalik dari proyeksi sebelumnya yang lebih hawkish.
Pernyataan dovish datang dari beberapa pejabat The Fed. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyebut dirinya mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan bulan depan, mengingat pasar tenaga kerja AS mulai menunjukkan kerentanan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 26 November 2025 Melemah ke Rp16.656 per Dolar AS, Ini Penyebabnya Gubernur Christopher Waller dan Presiden The Fed New York John Williams juga memberi sinyal bahwa pelonggaran kebijakan moneter jangka pendek masih terbuka.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 80%. Namun, perbedaan pandangan antar pejabat The Fed serta dirilisnya data inflasi dan ketenagakerjaan setelah pertemuan 9–10 Desember membuat arah kebijakan tetap tidak pasti.
Sentimen Dalam Negeri
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai target pertumbuhan ekonomi 6% yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merupakan hal realistis, namun membutuhkan perubahan pendekatan analisis ekonomi dan kebijakan.
"Pertumbuhan 6% itu bukan mimpi. Tetapi memerlukan perubahan cara pandang yang fundamental terhadap bagaimana kebijakan fiskal–moneter bekerja dan bagaimana ekonomi didorong," ujarnya.
Ia menilai penempatan dana pemerintah di perbankan sudah menunjukkan hasil meski belum optimal. Dukungan terhadap industri dalam negeri serta reformasi pasar tenaga kerja menjadi langkah strategis yang dinilai harus diprioritaskan.
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah cenderung bergerak fluktuatif dan berisiko melemah pada kisaran Rp16.660–Rp16.700 per dolar AS hingga penutupan perdagangan Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 26 November 2025 Melemah ke Rp16.656 per Dolar AS, Ini Penyebabnya