digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu (10/12/2025), diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.670 – Rp16.710. Tekanan eksternal dan meningkatnya risiko domestik menjadi faktor utama pergerakan mata uang Garuda.
Menurut data Bloomberg, Selasa (9/12/2025), rupiah ditutup menguat tipis sebesar 19,50 poin atau 0,12% ke level Rp16.675,5 per
dolar AS. Sementara indeks
dolar AS juga naik 0,02% ke posisi 99,10.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Yen Jepang melemah 0,21% dan ringgit Malaysia turun 0,18%. Sebaliknya, yuan China serta rupee India menguat masing-masing 0,02% dan 0,24% terhadap dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa penguatan indeks dolar masih dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sentimen pasar kini tertuju pada peluang pemangkasan suku bunga.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah, Senin 8 Desember 2025: Diprediksi di Rentang Rp16.640–Rp16.680 per Dolar AS "Pasar berjangka memperkirakan sekitar 87% peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada 10 Desember 2025. Meski demikian, investor tetap berhati-hati karena adanya sinyal yang beragam mengenai kekuatan ekonomi AS," ujar Ibrahim.
Ia menambahkan, fokus utama pasar hari ini adalah laporan ketenagakerjaan AS menjelang keputusan suku bunga The Fed. Data ADP Employment Change dan JOLTS Job Openings untuk September–Oktober menjadi perhatian pelaku pasar.
Risiko Domestik Tekan Rupiah
Dari dalam negeri, rupiah turut dibayangi risiko meningkatnya utang luar negeri Indonesia. Laporan Bank Dunia mencatat lonjakan utang luar negeri jangka pendek pada 2024 yang tumbuh 29,1% menjadi US$65,12 miliar. Kenaikan ini dinilai cukup mengguncang profil utang negara-negara Asia Timur dan Pasifik.
Bank Dunia menyebut peningkatan tersebut dipicu oleh agresivitas penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menarik aliran modal asing.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 4 Desember 2025 Turun di Semua Ukuran
Arus masuk utang jangka pendek ke Indonesia bahkan melonjak menjadi US$14,3 miliar pada 2024, jauh di atas rata-rata dua tahun sebelumnya.
Secara total, stok utang luar negeri Indonesia pada 2024 mencapai US$421,05 miliar, dengan porsi utang jangka panjang sebesar US$347,54 miliar, naik dari US$340,52 miliar pada 2023.
Jumlah utang tersebut setara dengan 135% dari ekspor dan 31% dari pendapatan nasional bruto (GNI). Ibrahim menyebut GNI Indonesia pada 2024 berada di kisaran US$1.359,44 miliar.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah, Senin 8 Desember 2025: Diprediksi di Rentang Rp16.640–Rp16.680 per Dolar AS