digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu 24 Desember 2025, di tengah tekanan sentimen global dan kehati-hatian pelaku pasar.
Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.810 per
dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan sebelumnya Selasa 23 Desember 2025, rupiah melemah 0,06 persen atau 10 poin ke posisi Rp16.787 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS justru melemah 0,25 persen atau 0,24 poin ke level 98,04.
Sentimen Global Tekan Pergerakan Rupiah
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 23 Desember 2025 Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan rupiah masih dibayangi oleh berbagai sentimen global. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela, serta kembali memanasnya hubungan Iran dan Israel.
Situasi geopolitik tersebut berdampak langsung pada volatilitas perdagangan minyak dunia, yang pada akhirnya turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain itu, pasar juga terus mengantisipasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan oleh Federal Reserve hingga 2026. Ekspektasi ini muncul seiring data terbaru yang menunjukkan tekanan inflasi Amerika Serikat yang mulai mendingin serta melemahnya pasar tenaga kerja AS.
Data Ekonomi AS Jadi Perhatian Pasar
Pelaku pasar saat ini juga menunggu sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, mulai dari data ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga, produksi industri, hingga indeks kepercayaan konsumen.
Baca Juga: Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 22 Desember 2025 Rangkaian data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed sekaligus memengaruhi pergerakan
dolar AS dalam jangka pendek.
Sentimen Domestik Masih Lemah
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti kondisi kredit perbankan yang belum tersalurkan atau undisbursed loan yang mencapai sekitar Rp2.500 triliun per November 2025.
Besarnya kredit menganggur ini disebabkan oleh permintaan yang belum pulih sepenuhnya, karena pelaku usaha masih bersikap menunggu di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tak hanya sektor korporasi, rumah tangga juga cenderung menahan diri dalam mengambil kredit konsumsi, lantaran kekhawatiran terhadap prospek ekonomi ke depan. Meski bank sentral telah memberikan berbagai insentif dari sisi penawaran, dorongan dari sisi permintaan dinilai masih lemah.
Rupiah Diprediksi Masih Melemah
Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan bahwa rupiah masih berpotensi ditutup melemah pada perdagangan Rabu 24 Desember 2025, meskipun pergerakannya cenderung terbatas dan fluktuatif.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 23 Desember 2025