digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada dalam tekanan menjelang akhir tahun. Pada penutupan perdagangan Senin, 29 Desember 2025, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.788 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah sebesar 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pada saat yang sama, indeks
dolar AS tercatat menguat tipis 0,01 persen ke level 98,03.
Pelemahan rupiah terjadi seiring pergerakan beragam mata uang Asia. Yen Jepang menguat 0,24 persen, sementara dolar Hong Kong melemah 0,03 persen dan dolar Singapura turun 0,11 persen. Dolar Taiwan menguat 0,10 persen dan won Korea Selatan menguat signifikan sebesar 0,64 persen.
Sementara itu, peso Filipina melemah 0,13 persen, rupee India turun 0,11 persen, yuan China melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,23 persen, dan baht Thailand mengalami penurunan terdalam sebesar 1,17 persen.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Rabu 24 Desember 2025 Melemah di Tengah Tekanan Global Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa pergerakan indeks
dolar AS dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi melemah. Ia memperkirakan indeks dolar akan bergerak pada area support 97,57 dan resistance di kisaran 98,39.
Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah dapat ditutup melemah di kisaran Rp16.850 per dolar AS pada Rabu, 31 Desember 2025.
Dari sisi sentimen global, Trading Economics mencatat bahwa rupiah masih berada dalam kondisi rapuh. Sikap dovish Bank Indonesia dinilai terus membebani pergerakan rupiah, meskipun bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertengahan Desember 2025.
Sepanjang tahun lalu, Bank Indonesia telah memangkas suku bunga total sebesar 150 basis poin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pejabat BI juga mengisyaratkan bahwa pelonggaran kebijakan lanjutan masih mungkin dilakukan, terutama pascabencana besar yang melanda wilayah Sumatra.
Selain itu, pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini, seperti data inflasi Desember dan neraca perdagangan November.
Trading Economics mencatat bahwa sepanjang 2025, rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia dengan pelemahan sekitar 4,3 persen secara tahunan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 23 Desember 2025 Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia dijadwalkan menghentikan penggunaan Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan menggantinya dengan Indonesian Overnight Index Average (IndONIA) mulai 1 Januari 2026. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi pasar uang domestik dan menyelaraskan sistem keuangan Indonesia dengan standar global.