digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS. Hal ini terjadi di tengah sentimen global yang memengaruhi permintaan terhadap mata uang AS dan ekspektasi kebijakan moneter di pasar internasional.
Berdasarkan data pasar spot terbaru, rupiah masih berada di sekitar level Rp16.780 per
dolar AS, setelah pada sesi sebelumnya terpantau bergerak di kisaran Rp16.780 per USD. Pergerakan ini menunjukkan tekanan nilai tukar yang masih berlanjut dari perdagangan sebelumnya.
Mayoritas mata uang Asia juga menunjukkan tren melemah terhadap dolar AS, sejalan dengan penguatan indeks dolar yang mencerminkan permintaan atas aset safe haven.
Sentimen Global dan Kebijakan Moneter
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 7 Januari 2026 Diperkirakan Melemah Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sinyal kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) AS. Beberapa pejabat The Fed memberikan pandangan berbeda mengenai arah suku bunga, yang berdampak pada ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga di masa mendatang.
Ketidakpastian arah suku bunga tersebut turut memengaruhi permintaan terhadap dolar AS, yang pada gilirannya memberi tekanan pada mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Pergerakan pasar global serta data ekonomi terkait upah dan aktivitas ekonomi AS juga akan menjadi faktor yang diikuti pelaku pasar.
Pergerakan Kurs oleh Bank Indonesia
Mengacu pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) pada 7 Januari 2026, kurs tengah rupiah berada di level sekitar Rp16.762 per
dolar AS, dengan nilai jual di sekitar Rp16.845 dan nilai beli di sekitar Rp16.678 per
dolar AS.
Level kurs ini memberikan gambaran bahwa nilai tukar rupiah masih berada dalam rentang yang rawan tekanan, seiring fluktuasi nilai dolar AS dan dinamika pasar global lainnya.
Outlook Nilai Tukar
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 7 Januari 2026 Diperkirakan Melemah
Para pengamat pasar memperkirakan nilai tukar rupiah pada hari ini masih memiliki peluang bergerak melemah atau stabil dalam rentang sempit, tergantung rilis data ekonomi AS serta sentimen global lainnya. Investor dan pelaku pasar disarankan terus memantau perkembangan kebijakan moneter global serta data ekonomi yang dapat memengaruhi kurs rupiah.