digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 13 Januari 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan cenderung melemah pada rentang Rp16.850 sampai Rp16.890 per dolar AS.
Mengutip Bloomberg, Senin (12/1/2026), nilai tukar rupiah melemah 0,21% atau 36 poin ke level Rp16.855 per
dolar AS. Sementara itu, indeks
dolar AS mengalami koreksi 0,37% atau 0,36 poin ke 98,77.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai sentimen pasar yang menyertai gerak rupiah di pasar keuangan. Dari global, ada eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang semakin panas.
Dari sisi pemangku kebijakan moneter AS, sedang terjadi ketidakpastian politik di Washington setelah Departemen Kehakiman AS mengancam Federal Reserve dengan kemungkinan dakwaan pidana. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral telah menerima panggilan pengadilan dari dewan juri terkait kesaksiannya di Senat.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Berisiko Ditutup Melemah terhadap Dolar AS "Ini sebuah langkah yang telah mengguncang pasar dan menghidupkan kembali kekhawatiran tentang independensi bank sentral," ujar Ibrahim, Senin (12/1/2026).
Sementara dari dalam negeri, pasar mencermati laporan Bank Indonesia bahwa data penjualan eceran tumbuh sebesar 1,5% secara bulanan (month to month/MtM) pada November 2025. Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6% MtM.
Sementara itu, Trading Economics mencatat bahwa level rupiah saat ini berada pada posisi terlemahnya sejak April 2025. Mata uang Indonesia kini menghadapi sentimen negatif di tengah prospek pelonggaran moneter lebih lanjut Bank Indonesia.
Sentimen negatif juga datang dari sejumlah data ekonomi yang kurang bagus, seperti indeks keyakinan konsumen (IKK) Desember 2025 turun 0,5 poin ke 123,5, dibanding 124 pada November 2025. Kemudian, data defisit APBN 2025 dilaporkan sebesar 2,92% terhadap PDB, melebar dibanding defisit APBN 2024 di level 2,29%. Defisit tahun fiskal 2025 juga melebihi dari target yang dipatok pemerintah sebesar 2,53%.
"Namun, tekanan penurunan pada rupiah dibatasi oleh posisi eksternal Indonesia yang lebih kuat, dengan cadangan devisa mencapai puncak 9 bulan pada Desember 2025," tulis Trading Economics.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Berisiko Ditutup Melemah terhadap Dolar AS