digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Rabu, 14 Januari 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.870 hingga Rp16.900 per dolar AS, seiring meningkatnya tekanan global dan penguatan indeks dolar.
Mengacu pada data Bloomberg pada Selasa (13/1/2026), rupiah tercatat terkoreksi 0,13% ke level Rp16.877 per
dolar AS. Pada saat yang sama, indeks
dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama dunia menguat 0,13% ke posisi 98,99.
Rupiah Melemah Seiring Tekanan Mata Uang Asia
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang tercatat melemah 0,47%, dolar Hong Kong turun 0,04%, dolar Singapura melemah 0,08%, dan won Korea Selatan terkoreksi 0,43%.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Selasa 13 Januari 2026 Tekanan serupa juga dialami oleh peso Filipina yang melemah 0,13%, rupee India turun 0,13%, yuan China terkoreksi 0,04%, serta baht Thailand yang terdepresiasi paling dalam sebesar 0,68%. Di tengah tren negatif tersebut, hanya ringgit Malaysia yang mencatatkan penguatan 0,23%.
Sentimen Global Dorong Penguatan Dolar AS
Direktur Trive Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan indeks dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian politik dan hukum di Amerika Serikat. Salah satu faktor utama adalah peluncuran investigasi kriminal oleh jaksa terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
Menurut Ibrahim, tekanan politik yang meningkat terhadap bank sentral AS berpotensi mengganggu kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Selain itu, sentimen geopolitik turut membayangi pasar keuangan global. Presiden AS Donald Trump disebut memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika otoritas Iran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran di negaranya. Trump juga dikabarkan berencana mengenakan tarif 25% terhadap negara-negara yang mendukung Iran, yang dinilai bertujuan untuk mengisolasi Teheran secara ekonomi.
Faktor Domestik Dinilai Tidak Ganggu Likuiditas
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Berisiko Ditutup Melemah terhadap Dolar AS Dari dalam negeri, keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp75 triliun dinilai tidak akan mengganggu penyaluran kredit.
Ibrahim menyebut likuiditas perbankan nasional masih berada dalam kondisi aman. Hal ini tercermin dari posisi undisbursed loan yang mencapai Rp2,50 triliun atau 23,18% dari total plafon kredit pada November 2025.
Namun demikian, ia menilai tantangan utama sektor perbankan saat ini bukan pada likuiditas, melainkan lemahnya permintaan kredit.
Pertumbuhan Kredit Masih di Bawah Target BI
Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan hingga November 2025 hanya mencapai 7,74% secara tahunan. Angka tersebut masih berada di bawah target BI yang memproyeksikan pertumbuhan kredit di kisaran 8–11% sepanjang 2025.
Menurut Ibrahim, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa penempatan dana SAL di perbankan kurang efektif dalam mendorong peningkatan permintaan kredit, sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai belum signifikan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Selasa 13 Januari 2026