Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 15 Januari 2026

Arie - Kamis, 15 Januari 2026 09:11 WIB

digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis 15 Januari 2026. IHSG diperkirakan menguji area 9.077 hingga 9.100, seiring berlanjutnya minat beli investor dan dukungan sentimen teknikal.

Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG pada penutupan perdagangan Rabu 14 Januari 2026 menguat 0,94% ke level 9.032, disertai peningkatan volume pembelian. Level tersebut sekaligus memenuhi target penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan.

"Posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 9.077–9.100," tulis MNC Sekuritas dalam riset harian, Kamis (15/1/2026).

Level Support dan Resistance IHSG

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 14 Januari 2026

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di area 8.908 hingga 8.852, sementara resistance berada pada kisaran 9.012 hingga 9.077.

Seiring dengan potensi penguatan tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati oleh investor dengan strategi yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Rekomendasi Saham Hari Ini

MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain:

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO)PT Wismilak Intimakmur Tbk. (WIIM)Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal dan fundamental yang masih menarik di tengah momentum penguatan indeks.

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa 13 Januari 2026, Berpeluang Menguat

Proyeksi IHSG Sepanjang 2026

Sementara itu, OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada tahun 2026 berada di level 9.500 untuk skenario dasar, dengan potensi menguat hingga 9.700 pada skenario optimistis.

Equity Research Analyst OCBC Sekuritas, Farell Nathanael, menilai sektor perbankan berpeluang menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar saham. Hal ini didukung oleh sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam mempercepat penyaluran kredit serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Prospek Sektor Perbankan

Farell menilai tren penurunan suku bunga acuan berpotensi menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan akibat penurunan imbal hasil kredit. Namun, tekanan tersebut diperkirakan dapat diimbangi oleh penurunan cost of fund seiring membaiknya likuiditas.

Perbaikan likuiditas didukung oleh sejumlah faktor, antara lain injeksi likuiditas pemerintah, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah. Selain itu, insentif likuiditas makroprudensial dari Bank Indonesia diharapkan mampu mempercepat transmisi penurunan BI Rate ke suku bunga kredit.

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Analis Waspadai Konsolidasi

Dengan kondisi tersebut, saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dinilai masih menawarkan imbal hasil yang kompetitif.

"Prospek sektor perbankan tetap menarik seiring valuasi yang relatif murah serta potensi dividen yang kompetitif, terutama dari bank-bank BUMN," ujar Farell kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).


Kredit Perbankan dan Outlook 2026

Farell menambahkan, kinerja perbankan nasional menunjukkan perbaikan menjelang akhir 2025. Pertumbuhan kredit tercatat mencapai 7,7% secara tahunan (YoY) pada November 2025, meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 7,4%.

Meski demikian, permintaan kredit masih relatif terbatas akibat sikap wait and see pelaku usaha, meningkatnya penggunaan pembiayaan internal korporasi, serta dampak penurunan suku bunga yang berlangsung bertahap.

Ke depan, OCBC Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 berada di kisaran 8% hingga 12%, didorong oleh pemulihan ekonomi, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, serta pelonggaran moneter yang lebih agresif.

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 14 Januari 2026

Prospek Emiten Non-Perbankan

Selain sektor perbankan, Farell juga menilai prospek PT Astra International Tbk. (ASII) tetap positif. Kinerja emiten konglomerasi tersebut ditopang oleh pemulihan ekonomi domestik, posisi kepemimpinan pasar di segmen kendaraan roda dua dan roda empat, serta kontribusi solid dari bisnis kontraktor pertambangan dan penjualan alat berat.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas segala risiko maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 14 Januari 2026

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa 13 Januari 2026, Berpeluang Menguat

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Analis Waspadai Konsolidasi

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 9 Januari 2026, Berpeluang Uji Level 9.000

Ekonomi

Rekomendasi Saham Hari Ini 8 Januari 2026, IHSG Rawan Koreksi ke Area Support

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 7 Januari 2026, Berpeluang Lanjut Menguat