digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Rupiah berpotensi ditutup di kisaran Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS, seiring tekanan dari faktor domestik dan ketidakpastian global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026) melemah 0,40 persen atau 68 poin ke level Rp16.995 per
dolar AS. Pada waktu yang sama, indeks
dolar AS justru tercatat melemah 0,19 persen ke posisi 99,20.
Tekanan Rupiah Datang dari Faktor Domestik
Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa tekanan utama rupiah saat ini berasal dari kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 19 Januari 2026 Defisit anggaran pemerintah tahun lalu tercatat mendekati batas maksimal 3 persen dari PDB, sementara penerimaan pajak belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.
"Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan mata uang rupiah," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).
Ancaman Tarif AS dan Ekonomi China Jadi Beban Eksternal
Dari sisi global, meskipun dolar AS tidak menguat signifikan, pasar tetap dibayangi oleh ancaman tarif impor Presiden AS Donald Trump sebesar 10 hingga 25 persen terhadap negara-negara Eropa. Kebijakan tersebut memicu ketidakpastian dan mendorong investor bersikap hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China yang tercatat 5,0 persen memberikan sentimen campuran. Meski sesuai target pemerintah Beijing, lemahnya konsumsi domestik China dinilai berpotensi menekan prospek ekspor negara mitra dagang di Asia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kamis 15 Januari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS Langkah Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah
Menghadapi tekanan tersebut, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui instrumen DNDF dan NDF. Selain itu, BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan pekan ini guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Ibrahim juga menilai rencana pemerintah untuk memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) dapat menjadi faktor penahan pelemahan rupiah dalam jangka menengah.
Proyeksi Rupiah Hari IniDengan mempertimbangkan sentimen domestik dan global, Ibrahim memproyeksikan bahwa pada perdagangan Selasa (20/1/2026), nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.950 hingga Rp16.980 per dolar AS.