Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Arie - Kamis, 22 Januari 2026 09:34 WIB
net
Ilustrasi.

digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Rabu 21 Januari 2026 ditutup melemah ke level 9.010,33. Pelemahan terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75 persen.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup turun 1,36 persen atau 124,37 poin. Meski melemah, kondisi penutupan indeks masih lebih baik dibandingkan level pembukaan di posisi 9.004,43. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.105,23.

Pergerakan Saham dan Kapitalisasi Pasar

Pada penutupan perdagangan, tercatat sebanyak 179 saham menguat, 546 saham melemah, dan 77 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar atau market cap mencapai Rp16.405 triliun.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Uji Level 9.229 Hari Ini, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Di tengah tekanan IHSG, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. atau DSSA menguat 2,99 persen ke level Rp105.050 per saham. Penguatan juga dicatat saham PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk. atau BBNI yang naik 0,44 persen menjadi Rp4.590.

Saham sektor komoditas turut mencatatkan kenaikan. PT Aneka Tambang Tbk. atau ANTM naik 3,64 persen ke Rp4.270 per saham, sedangkan PT Merdeka Copper Gold Tbk. atau MDKA menguat 3,12 persen ke level Rp3.310.

Saham Melemah dan Top Losers

Di sisi lain, tekanan jual cukup dalam terjadi pada saham PT Astra International Tbk. atau ASII yang terkoreksi 9,28 persen ke Rp6.600. Anak usahanya, PT United Tractors Tbk. atau UNTR, anjlok 14,93 persen ke Rp27.200.

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. atau PANI melemah 4,97 persen ke Rp11.950 per saham. Tekanan juga dialami saham PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA yang turun 3,75 persen ke Rp7.700, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. atau BREN yang terkoreksi 2,11 persen ke Rp9.300.

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor All Time High 9.133, Analis Prediksi Lanjut Menguat Selasa 20 Januari 2026

Adapun saham top gainers ditempati PT Sinergi Inti Plastindo Tbk. atau ESIP yang melonjak 34,52 persen ke Rp113 dan PT Trisula Textile Industries Tbk. atau BELL yang naik 34,46 persen ke Rp199 per saham. Sementara itu, selain UNTR, saham PT Repower Asia Indonesia Tbk. atau REAL masuk daftar top losers dengan penurunan 14,43 persen ke Rp83.

Respons Pasar atas Keputusan BI

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Kebijakan ini juga ditujukan untuk mendukung target inflasi tahun 2026 dan 2027 serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian, MNC Sekuritas menilai pelemahan IHSG telah diantisipasi dan berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini.

Dalam riset hariannya, MNC Sekuritas menyebutkan IHSG saat ini berada di awal wave iv dari wave 5 sehingga masih rawan melanjutkan koreksi ke area 8.710 hingga 8.887. Sementara area penguatan diperkirakan berada di rentang 9.026 hingga 9.054.

Level support IHSG berada di 8.956 dan 8.905, sedangkan level resistance di 9.120 dan 9.192.

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 19 Januari 2026

Rekomendasi Saham Hari Ini 22 Januari 2026

Berikut rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini.

ENRG Spec Buy

Saham ENRG menguat 0,98 persen ke level 1.550 dengan munculnya volume pembelian. Namun, penguatan belum mampu menembus MA20. Selama bertahan di atas 1.515 sebagai stoploss, ENRG diperkirakan berada pada bagian wave b dari wave 4.Area beli spekulatif di 1.520 hingga 1.545 dengan target harga 1.580 dan 1.655.IMPC Buy on Weakness

IMPC naik 1,72 persen ke level 3.550 dengan volume pembelian yang masih dominan meski mengecil. Posisi IMPC diperkirakan berada di awal wave 5 dari wave 5.Area beli pada pelemahan di 3.480 hingga 3.530 dengan target harga 3.640 dan 3.870.MBMA Buy on Weakness

MBMA menguat 1,30 persen ke level 780 dengan peningkatan volume pembelian. Selama bertahan di atas 735 sebagai stoploss, saham ini diperkirakan berada di awal wave v dari wave iii.Area beli pada 745 hingga 775 dengan target harga 825 dan 880.BMRI Sell on Strength

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 15 Januari 2026

BMRI terkoreksi 0,70 persen ke level 4.990 dengan tekanan jual yang mulai muncul. Koreksi masih tertahan di MA20, namun BMRI diperkirakan berada di awal wave c dari wave 2 sehingga rawan melanjutkan pelemahan.Area jual di kisaran 5.000 hingga 5.050.

Disclaimer:Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Ekonomi

IHSG Berpeluang Uji Level 9.229 Hari Ini, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Ekonomi

IHSG Cetak Rekor All Time High 9.133, Analis Prediksi Lanjut Menguat Selasa 20 Januari 2026

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 19 Januari 2026

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 15 Januari 2026

Ekonomi

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 14 Januari 2026